“Ora, Eksotisme Nan Khas Seram Utara”

Ora, Seram Utara

Ora, Seram Utara

Ora, Saleman, Seram Utara, Maluku.

Agustus 2015

 

Waktu menunjukkan pukul 18.30 WIT, langit jingga menyelimuti Desa Saleman, Seram Utara, Maluku yang damai. Saya duduk di dermaga Saleman, mengarahkan pandangan saya ke arah pegunungan Roulessi di belakang desa. Saya menantikan Luusiala, burung keramat yang dipercaya sebagai pelindung desa Saleman. Menariknya, menurut penduduk setempat burung yang tak pernah tertangkap kamera ini selalu keluar dari goa di tebing bukit, yang menjadi sarangnya setiap harinya, pada pukul 18.30.

Dan benar, tak lama ribuan kawanan Luusiala keluar dengan gagah dari Goanya. Terus menerus, membentuk formasi yang tak henti. Terlihat dari kejauhan, bagaikan naga yang meliuk-liuk di langit dan menghilang di kejauhan. Tak pernah ada yang tahu, kemanakah burung keramat tersebut pergi. Sungguh, pengalaman yang mengagumkan bagi saya.

Desa Saleman, menjadi gerbang pembuka pengalaman saya mengeksplorasi kecantikan Ora Seram yang namanya begitu populer belakangan ini. Dan Kawanan Luusiala hanya satu dari sekian pengalaman khas yang akan saya nikmati di ujung utara Pulau Seram ini. Saya pun bertolak dari dermaga Saleman, menaiki perahu motor menuju Pantai Ora yang hanya berjarak 10 menit dari dermaga. Saya tiba di Ora Beach Resort dan tak sabar memulai cerita saya disini.

Tebing Batu

Keesokan dini hari, dari Pantai Ora saya menaiki perahu motor, menuju perairan di Teluk Saleman. Bapak Iqbal (40 tahun) dan Bapak Teko (41 tahun) , penduduk lokal Saleman, yang menjadi Juru Kapal, menemani saya pagi itu. Sesampainya di tengah laut, mesin perahu dimatikan, Langit masih gelap. Dengan sabar saya menunggu Sang surya menanjak naik.

IMG_9569

Sambil menunggu, Bapak Teko pun menuturkan cerita lokal Desa Saleman, termasuk burung Luusiala yang saya lihat kemarin. Penduduk lokal percaya, bahwa Luusiala menjadi pelindung Desa. Jika Burung Luusiala tidak keluar dari Goa, maka menjadi pertanda buruk bagi warga. Salah-satunya, saat tragedi kerusuhan Maluku terjadi beberapa tahun silam, burung tersebut sama-sekali tidak keluar dari goanya dan warga percaya bahwa itu menjadi pertanda buruk.

Ora Sunrise

Ora Sunrise

Tak beberapa lama, Lukisan keemasan di langit pun terlihat. Matahari pagi nan hangat menanjak pelan dari ujung laut, begitu menenangkan. Sinaran matahari pagi membuat pemandangan deretan pegunungan yang membentengi Teluk Saleman semakin jelas terlihat. Kegagahan Gunung Hatusaka, sebagai ‘Sang Komandan’ dari deretan pegunungan tersebut menampakkan diri.  Terlihat dari kejauhan deretan pondok-pondok penginapan Ora Beach Resost tempat saya menginap menghiasi kaki pegunungan.

Setelah puas menikmati sunrise, saya bergeser menuju “Tebing Batu”, salah-satu spot favorit di perairan teluk Saleman. Lokasinya hanya 5 menit dari lokasi saya berada atau 15 menit dari Ora Beach Resort.

Tebing Batu

Tebing Batu

Sebuah tebing berbatu karst menjulang begitu tinggi berhadapan langsung berhadapan dengan perairan (tanpa pantai) menjadi pemandangan yang begitu unik. Disinilah, lokasi favorit para wisatawan yang ingin senorkeling ria.

IMG_9548    IMG_9540   IMG_9625 - Copy

Penduduk setempat membuat pondok kecil beratap jerami diatas laut, memudahkan pengunjung untuk beristirahat. Kapal kami bersandar disamping pondokan. Matahari sudah cukup tinggi menyinari laut, dan nampaklah pantulan terumbu karang nan subur beraneka ragam dari dalam air. Tak membuang waktu, saya memasang alat senorkeling saya dan langsung berenang di perairan ini.

Lets Swimming ^_^

Lets Swimming ^_^

Lautnya begitu tenang. Terumbu karang beraneka ragam menghiasi eksplorasi saya dibawah laut. Aneka ikan laut bermain-main dan menyambut saya. Saya menyiapkan sebuah roti terbungkus plastik, dan sedikit demi sedikit saya berikan, dan ikan-ikan mendekati dan berebutan remahan roti tersebut. Terumbu karang dan ikan disini masih terjaga dengan baik. Tak bosan-bosan saya berkeliling.

Sebuah cela di tebing

Sebuah cela di tebing

IMG_9614 (2)

Tak sampai disitu saja, sembari berenang saya mendekati tebing karst dihadapan saya. Uniknya, terdapat cela di tebing ini, dan anda bisa berenang menelurusi kedalam sejauh 10 meter (buntu). Saya pun tertarik tuk menelurusinya, tak perlu berenang karena dari pintu cela tebing , ketinggian air hanya sepinggang. Saya masuk kedalam, cela tidak begitu luas hanya selebar 1 meter dengan ketinggian langit sekitar 15 meter dan ternyata terdapat sarang burung-burung walet . Kicauan burung bergema di cela tebing ini. Pengalaman yang begitu menyenangkan.

Terdapat Goa lainnya di dekat Tebing Batu. Jika masuk didalmnya terdapat sebuah ruang goa.

Terdapat Goa lainnya di dekat Tebing Batu. Jika masuk didalmnya terdapat sebuah ruang goa.

Pondok Mengambang Diatas Laut

Ora - Seram

Ora – Seram

Ora Beach Resort di Pantai Ora, memang menjadi daya tarik bagi wisatawan yang ingin mengunjungi Ora (Seram). Resort ini berada di kaki pegunungan Teluk Saleman. Menariknya, deretan pondok penginapan bergaya tradisional beratapkan jerami ini dibuat menjorok diatas laut. Bagai mengambang diatas laut. Gaya penginapan yang tidak banyak ditawarkan di Indonesia. Ada tujuh pondok penginapan diatas laut yang ditawarkan disini.

unnamed  unnamed (1)

Untuk menjangkau tempat ini juga cukup mudah. Dari Kota Masohi Seram, anda bisa menyewa mobil menuju Desa Saleman. Perjalanan memakan waktu sekitar 2,5-3 jam, dan anda akan disuguhi pemandangan perbukitan yang indah sepanjang perjalanan.

Bersantai di Balkon

Bersantai di Balkon

Disini, saya menginap di salah-satu kamar diatas laut. Beristirahat disini begitu nikmat, saya bersantai di balkon yang menghadap langsung ke lautan teluk saleman. Pegunungan Roulessi juga bisa saya lihat dari balkon ini.

Ikan-ikan bermain di bawah balkon kamar

Ikan-ikan bermain di bawah balkon kamar

Dibawah balkon saya bisa langsung menimati pemandangan terumbu karang. Air laut nan jernih membuat terumbu karang dan ikan-ikan laut yang bermain, begitu jelas terlihat. Anda yang ingin senorkeling juga bisa langsung menyelam dari atas balkon. Bagi anda, pasangan bulan madu, bisa menikmati dinner di balkon sambil ditemani langit Saleman bertabur bintang. Suasananya begitu tenang dan nyaman, sangat tepat bagi anda yang ingin bersantai dan melepas kepenatan.

Dari balkon kamar, bisa langsung berenang ke laut

Dari balkon kamar, bisa langsung berenang ke laut

Jika ingin berjalan santai, anda juga bisa menelusuri pantai Ora berpasir halus yang berada di kawasan ini.  Makan pagi, siang dan malam disiapkan oleh Ora Resort dan anda bisa menikmati sajian nikmat, di pondok makan yang juga menjorok keatas laut. Ingin menikmati lobster khas laut Saleman, juga bisa disini. Para nelayan lokal siap menjajakan lobster hasil tangkapan mereka dengan harga yang sangat murah.

IMG_9694

Dikarenakan Ora Beach Resort yang berada langsung di kaki pegunungan, maka menginjak pukul 14.00 keatas, kabut pegunungan pun mulai menyelimuti dan turun menuju Ora. Pemandangan inilah yang membuat Ora semakin unik. Dan menghabiskan hari demi hari disini, membuat anda begitu nyaman malas untuk beranjak kemana-mana.

IMG_9700

 

Dermaga Ora

Dermaga Ora

Mata Air Belanda

Pantai "Mata Air Belanda"

Pantai “Mata Air Belanda”

Teluk Saleman memang menawarkan kecantikannya yang khas. Saya penasaran dengan “Mata Air Belanda”, yang menjadi tujuan saya berikutnya. Lokasi ini hanya berjarak 5 menit dari Ora Beach Resort.

Pantai berpasir halus

Pantai berpasir halus

unnamed (5)

Hamparan pantai landai berpasir halus menyambut kedatangan saya. Bagi anda yang ingin bersantai-santai di pantai, lokasi ini tepat sekali.

Sungai Mata Air Belanda yang langsung menuju lautan

Sungai Mata Air Belanda yang langsung menuju lautan

Siang itu, nampak beberapa pengunjung turis dari Jakarta asik bermain-main disini. Dari bibir pantai terlihat sebuah sungai membelah pantai, airnya begitu dingin dan menyegarkan langsung bertemu dengan lautan. Inilah yang membuat, sensasi yang unik siang itu saat saya turun dari kapal dan kaki saya menginjak perairannya yang justru begitu dingin begitu kontras dengan suasana yang saat itu matahari bersinar terik.

Menelusuri Sungai menuju mata air

Menelusuri Sungai menuju mata air

Saya pun, pergi menuju Mata Air Belanda tersebut, dengan menelurusi sungai tersebut. Airnya tidak dalam, hanya setinggi lutut orang dewasa. Saya menelurusi mata air yang menjorok ke hutan tersebut, pemandangan pepohonan rindang nan subuh dan meneduhkan menghiasi perjalanan. Jaraknya hanya sekitar 150 meter dari bibir pantai. Saya pun tiba di Mata Air Belanda, bentuknya seperti kolam kecil.

IMG_9475

Konon, dahulu saat kolonial Belanda masih menduduki Pulau Seram. Pasukan Belanda yang berada di Saleman, menjadikan mata air ini sebagai tempat mereka untuk mandi. Saya pun menyempatkan untuk mencuci muka disini, airnya begitu dingin dan menyegarkan.

Teluk Saleman Dari Ketinggian

 

Gunung Hatusaka

Gunung Hatusaka

Sementara, bagi anda yang ingin menikmati pemandangan perairan teluk saleman dari ketinggian. Tak perlu bersusah payah menaiki deretan gunung saleman. Anda bisa menuju sebuah bebatuan karang yang letaknya tak jauh dari lokasi Mata Air Belanda.

Sebuah PAntai tak jauh dari Mata Air Belanda. Jika ingin melihat pemandangan Teluk Saleman dari ketinggian.

Sebuah PAntai tak jauh dari Mata Air Belanda. Jika ingin melihat pemandangan Teluk Saleman dari ketinggian.

Masjid di pinggir pantai

Masjid di pinggir pantai

Pondok diatas Karang, bagi anda yang ingin melihat teluk Saleman dari ketinggian

Pondok diatas Karang, bagi anda yang ingin melihat teluk Saleman dari ketinggian

Menelusuri Bukit Karang

Menelusuri Bukit Karang

Disini, terdapat tumpukan karang menjulang tinggi di pinggir pantai. Anda hanya perlu sedikit menanjak bebatuan ini. Pondokan kecil pun menyambut anda sesampainya diatas, anda bisa bersantai, sambil menikmati landscape teluk Saleman dari sini. Birunya Lautan luas dihiasi pegunungan hijau begitu indah untuk dipandang.

IMG_9429

IMG_9448

IMG_9443 - Copy

11846682_10207507522469960_7472492894089580306_n

Penduduk lokal juga siap menawarkan anda kelapa muda yang dipetik langsung dari pohon kelapa di sekitarnya. Menyeruput kelapa muda sambil menikmati pemandangan teluk Saleman terasa begitu nikmat.

unnamed (8)unnamed (9)

Satu lagi kecantikan tersembunyi yang ditawarkan Pulau Seram. Nusantara memang terlalu luas dan tak pernah akan habis untuk dieksplorasi kecantikannya yang masih banyak tersembunyi. Begitu bersyukur dilahirkan di negeri indah ini.

(Siska Nurifah)

INFO :

  • Bandara Pattimura (Ambon) – Pelabuhan Tulehu : sewa mobil Rp150.000-Rp200.000 (30 menit perjalanan)
  • Pelabuhan Tulehu – Pelabuhan Amahai Masohi (Pulau Seram) : Kapal cepat , Rp70.000-Rp150.000 (1-1,5 jam)
  • Pelabuhan Masohi – Desa Saleman (Ora) : Sewa mobil+driver , Rp1 juta, pulang-pergi (Masohi-Saleman-Masohi) (3 jam)
  • Pelabuhan Desa Saleman – Ora Beach Resort : sewa kapal motor, Rp100.000-Rp300.000(PP) (10 menit)
  • Penginapan Ora Beach Resort : Kamar diatas laut Rp700.000/kamar/malam, Kamar di darat (Rp500.000/kamar/malam)
  • Ora Tour : Batu Tebing, Mata Air Belanda, Sunrise (Rp500.000, sudah termasuk kapal)

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s