Gili Kondo, Si Cantik Dari Lombok Timur

Lombok Timur, NTB

April 2014

Gili Kondo

Gili Kondo

Saat saya menginjakkan kaki untuk pertama kalinya di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat, awal April lalu. Entah mengapa saya justru sangat tertarik untuk mengeksplor Lombok bagian timur. Ya, selama ini Lombok memang dikenal memiliki pesisir Senggigi dan tiga gili-nya yang populer di sisi barat. Sementara, di pesisir selatan ada Tanjung Aan, Kuta dan Batu Payung yang mulai diincar banyak pelancong. Bagaimana dengan Lombok Timur?

Jangan salah, di sisi timur pulau yang menjadi rumah Suku Sasak ini juga menyimpan pesona yang tak kalah dengan senggigi dan Gili lainnya. Sayangnya masih ‘pemalu’ atau bisa dibilang ‘masih perawan’ alias belum banyak dieksplor wisatawan. Salah-satunya Gili Kondo yang berhasil memancing rasa penasaran saya. Banyak yang bilang pulau yang berada di Perairan Kecamatan Sambelia (50km utara kota Selong) ini begitu indah dan masih sepi. Untuk menjawabnya, perjalananpun dimulai dengan meninggalkan Kota Mataram mengarahkan ke arah Sambelia di utara pulau.

IMG_6105

Perjalanan memakan waktu sekitar 2 jam hingga akhirnya kami sampai di Padak Guar, sebuah pantai kecil yang menjadi titik penyebrangan kami ke Gili Kondo. Bebeberapa masyarakat lokal disini siap menawarkan jasa untuk menyebrangkan anda. Kali ini, saya ditemani  Pak Jefry (40 thn), yang memiliki sebuah kapal berkapasitas 10 orang.

IMG_5436

Waktu menunjukkan pukul 11 siang. Pak Jefry begitu baik, sebelum menuju Gili Kondo ia menawarkan saya untuk mengunjungi bebeberapa tempat di sekitar Kondo yang katanya sangat menarik. Saya pun menurut saja. Alat snorkeling pun telah siap, saya menyewa di pak Jefry yang ternyata juga menyiapkan.

Kapal melaju dengan santai. 20 menit berlalu, kami tiba di Gili Lampu sebuah pulau berselimut hutan bakau yang tebal tak jauh dari Gili Kondo. Ini menjadi salah-satu lokasi Terbaik untuk menikmati keindahan bawah laut, kata Pak Jefry. Dari atas kapal, air laut yang jernih sudah merefleksikan sejumlah terumbu karang yang memancing siapa saya untuk tak sabar mengintip kedalamnya. *sorry gak bawa kamera underwater🙂

Yukk,,kita senorkeling...

Yukk,,kita senorkeling…

Senorkeling di perairan dekat Gili Lampu

Senorkeling di perairan dekat Gili Lampu dengan latar belakang Gunung Rinjani

Dan benar, saya begitu menikmati keindahan bawah lautnya yang terbilang masih ‘perawan’ dengan bersenokeling. Belum banyak kerusakan didalamnya karena laut disini sangat dijaga oleh masyarakatnya, ragam jenis coralnya begitu kaya. Ada jenis Tubesponge Boat, Soft Coral, Dendronephthya, dan lainnya. Tak ketinggalan aneka ikan cantik yang ada didalamnya. Seperti kawanan Angle fish, Princ Parrot, Volute, dan masih banyak lainnya. Saya pun menemukan coral besar dengan keluarga ikan badut yang berdiam disana. Saya begitu dimanjakan dengan aneka biota laut didalamnya. Kali ini saya berenang sambil ditemani pemandangan Gunung Rinjani yang gagah dari kejauhan.

IMG_5519

Menelusuri Hutan Bakau Gili Lampu

Menelusuri Hutan Bakau Gili Lampu

Setelah puas menikmati bawah laut. Saya diajak menelusuri pulau lampu. Kapal kami memasuki hutan bakau, jalurnya seolah kami berada di sebuah sungai. Kanan-kiri kami disajikan pepohonan bakau yang lebat yang memanjang sekitar 300 meter memutar pulau. Begitu menenangkan dan menyejukkan mata. Kami tiba di Mulut pintu keluar hutan bakau yang langsung mengarah ke laut lepas.

IMG_5533

IMG_5538

Saatnya, kami beranjak ke Gili Kondo. Tapi, tunggu,, tiba-tiba ditengah perjalanan sebuah pemandangan janggal nampak di depan kami dari kejauhan. Ditengah laut lepas nampak terdapat buih putih yang merupakan pertemuan ombak yang beradu ditengah. Ternyata ada sebuah pulau pasir kecil ditengah laut tersebut.

Penampakan Gili Kapal dari kejauhan

Penampakan Gili Kapal dari kejauhan

“Itu Pulau Kapal yang daratannya hanya muncul saat air laut surut. Sekarang sedang pasang, jadi sebagian besar tertutup laut,” seru  pak Jefry sambil menunjuk ke arah pulau.

Gili Kapal

Gili Kapal

Benar, saat kami singgah, semua pulau tertutup air laut. Tapi masih tersisa daratan pasir seluas diameter 2 meter dengan air laut yang setinggi betis. Saya ingin mencoba sensasi unik ini.

mencicipi hempasan ombak di Gili Kapal

mencicipi hempasan ombak di Gili Kapal

Saya turun dari kapal dan berdiri. Kemudian ombak bermain menghantam saya. Saya harus berpijak kuat, karena salah-salah, saya bisa terhanyut ombak yang kala itu cukup besar.  Jika dilihat dari kejauhan saya bagaikan sedang berdiri diatas laut.

Bergeser ke Gili kondo

Bergeser ke Gili kondo

Gili Kondo

Gili Kondo

Perjalanan kembali berlanjut, tak sampai 15 menit kami tiba di Gili Kondo. Nama Kondo berasal dari sebutan masyarakat lokal karena pulau ini dulu menjadi sarang burung (kondo) yang besar. Saya begitu takjub saat disambut dengan hamparan pasir yang luas.

IMG_5609

Pasir putih bersih nan halus berpadu dengan air laut yang jernih. Belum lagi, permainan gradasi lautnya yang mempercantik penampilan kondo. Hijau muda kebiruan, biru muda, hibgga biru tua. Saya menghabiskan waktu menikmati pasirnya dengan berjalan kaki sepanjang bibir pantai. Anda bisa bermain pantai disini. Bagaikan pulau milik sendiri karena hari itu, baru saya yang mampir.

IMG_5620

IMG_5621

IMG_5617

IMG_5642

Di pulau kosong ini ternyata hanya ada, satu buah penginapan bergaya cottage yang sederhana bahkan bergaya camping lebih tepatnya. Ada tiga bangunan rumah panggung kecil beratap jerami yang bisa anda sewa disini dengan pemandangan yang lansung menghadap laut. Pengelola akan menyediakan kasur. Untuk makan dan minum bisa anda pesan ke pengelola.

IMG_5660

Salah-satu rumah panggung yang bisa digunakan untuk menginap.

Salah-satu rumah panggung yang bisa digunakan untuk menginap.

IMG_5677

IMG_5684

Pak Jefry menunjukkan beberapa gambar ikan-ikan laut yang ada di perairan Gili Kondo juga Gili Lampu.

Pak Jefry menunjukkan beberapa gambar ikan-ikan laut yang ada di perairan Gili Kondo juga Gili Lampu.

Disini, kami istirahat sejenak sambil minum softdrink. Saya pun berbincang dengan Pak Jefry yang ternyata sudah sering mengantar wisatawan dan paham betul isi laut di sekitar Gili Kondo. ia pun memperlihatkan beberapa buku berisi foto-foto jenis coral dan ikan. Serunya mengobrol dengan pak Jefry yang ramah ini.

hmmm…Selesai sudah perjalanan singkat kami di Gili Lampu, Gili Kapal, dan Gili Kondo. Seperjalanan pulang, kapal kami sempat berpapasan dengan rombongan yang hendak bertamu ke Gili Kondo.

IMG_5706

Sungguh, saya begitu menikmati waktu di Gili Kondo. Tempatnya mengingatkan saya pada Lihaga, pulau kosong berpasir putih halus nan cantik di Minahasa Utara yang pernah saya kunjungi. Yang juga sama seperti Gili kondo, si cantik yang pemalu karena seolah ia bersembunyi untuk menunggu ditemukan bagi mereka yang berniat menyapanya. Saya senang karena kembali menemukan mutiara cantik yang tersembunyi . Rasanya tak ingin beranjak pergi. Selain Gili Lampu dan Gili Kondo, ada juga Gili Bidara yang bisa anda kunjungi letaknya juga berdekatan sekali.

Saatnya bergeser ke lokasi seru lainnya di Lombok Timur. Next.. Tanjung Ringgit.

Sampai jumpa Gili kondo. Semoga berjodoh dan bisa bersua kembali ^_^

Sampai jumpa Gili kondo. Semoga berjodoh dan bisa bersua kembali ^_^

#Info:

– Kota mataram-Sambelia (padak guar-gili kondo) 2 jam berkendara.
-bisa juga naik damri dari teminal kota mataram-Terminal Kayaan (Rp25 ribu), lanjut naik angkutan l3 (Rp5 ribu) ke padak guar.
-selain padak guar anda bisa menyebrang lewat pantai transat di Sambelia (sekitar 25 menit) dan pelabuhan Kayangan Labuhan Lombok (sekitar 45 menit). Namun padak guar merupakan alternatif paling cepat.
-sewa kapal: Rp250 ribu (kapasitas 10 prang).
-Sewa Alat Senorkeling Rp25 ribu.
– menginap di Kondo sewa kamar Rp150 ribu permalam.

6 thoughts on “Gili Kondo, Si Cantik Dari Lombok Timur

  1. Mbak, ada cp nya pak jefry gk? Rumah panggung itu yg 150rb semalem? Go show aja bisa? Seruuuu! Kepengen kesana juga

  2. Menarik banget ulasannya mbak. Bisa jadi panutan buat trip saya kesana yang insya Allah brkt bulan depan🙂 Kalo boleh saya minta kontak Pak Jefry bisa di email ke mungkijati@yahoo.com ya mbak.. Maaf ngrepotin. Thank you so much!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s