Singgah Sejenak Di Pura Luhur Uluwatu

Februari 2014

Pura Luhur Uluwatu

Pura Luhur Uluwatu

Beres berkeliling GWK dan mencicip mata air suci Parahyangan Somaka Giri disana, perjalanan berlanjut ke Pura Luhur Uluwatu (Uluwatu Temple) yang berada di Desa Pecatu, Kecamatan Kuta, Badung. Kami singgah sejenak disini sebelum nantinya merapatkan diri ke Pantai Pandawa untuk menikmati Sunset ^_^.  Jarak Pura Luhur Uluwatu dan Pandawa berdekatan dan sejalan. Hanya berkisar 15-20 menit berkendara saja.

IMG_4365

IMG_4369

Wajib mengenakan kain sebagai penghormatan terhadap Pura

Wajib mengenakan selendang atau kain sebagai penghormatan terhadap Pura

Tibalah kami di Pura Luhur Uluwatu. Sebelum memasuki kawasan Pura, terlebih dahulu para pengunjung diwajibkan memakai kain yang telah disediakan oleh penjaga gerbang. Kain ini wajib digunakan sebagai bentuk penghormatan terhadap Pura nan suci ini. Ada dua jenis kain, selendang berwarna kuning yang lebih memanjang dan kecil diperuntukkan bagi pengunjung yang menggunakan rok panjang, atau celana panjang. Sementara, bagi pengunjung yang menggunakan bawahan lebih pendek, seperti celana pendek, wajib ditutupi dengan kain yang lebih lebar berwarna ungu.

IMG_4538

Nah, bagi yang memakai asesori seperti kacamata, anting, membawa kamera poket, dan sebagainya sebaiknya hati-hati, karena di kawasan ini banyak monyet yang berkeliaran. Monyet-monyet yang nakal biasanya suka iseng mengambil barang pengunjung, terutama yang dianggap menarik perhatiannya. Sebelum mencapai Pura, kami pun harus berjalan kaki sebentar melewati hutan kecil yang disebut Alas Kekeran, yang dipercaya berfungsi sebagai penyangga kesucian pura.

IMG_4383

Welcome to Uluwatu Temple

Welcome to Uluwatu Temple

Sampailah kami di ujung tebing karang Pura Uluwatu ini. Lautan luas nan biru, nampak kontras dengan pemandangan tebing karang yang kokoh. Kehadiran bangunan Pura di anjungan tebing karang inipun menjadi begitu Indah.  Atmosfer ketenangan begitu terasa disini, deburan ombak dibawahnya menjadi pengiring nuansa. Pura ini memang menarik, karena letaknya berada di atas anjungan batu karang yang terjal dan tinggi serta menjorok ke laut ini.  Pura yang disebut Sad Kayangan ini dipercaya oleh umat Hindu sebagai penyangga dari 9 mata angin. Pura Uluwatu  memiliki beberapa pura pesanakan (pura yang erat kaitannya dengan pura induk). Yakni, Pura Bajurit, Pura Pererepan, Pura Kulat, Pura Dalem Selonding dan Pura Dalem Pangleburan.

Memberi makan monyet di Pura ^_^

Gak afdol kalo gak kasih makan  monyet di Pura…hehehe ^_^

Sebelum memasuki pura, gue dan teman-teman menyempatkan membeli buah-buahan yang ditawarkan penduduk sekitar di pintu masuk. Harganya cuma Rp2000 saja, sudah dapat sekantong kecil berisi potongan kecil pepaya dan pisang. Buah-buahan ini untuk memberi makan monyet-monyet yang berkeliaran di Pura. Tentu saja, gue pun gak mau melewatkan pengalaman memberi makan monyet disini. Hati-hati ya, saat memberi makan, jangan sampai mengagetkan mereka atau kasar, supaya tidak dicakar atau digigit. ^_^

IMG_4414

Beres memberi makan monyet dan tentunya berfotoria. Kami pun terus berjalan berkeliling, mengeksplor sisi-sisi tebing karang. Anak tangga dengan tembok batu yang kuat memagari sepanjang pinggiran tebing.

IMG_4416

Pura Uluwatu juga menjadi terkenal karena tepat di bawahnya adalah pantai Pecatu yang sering kali digunakan sebagai tempat untuk olahraga selancar.

IMG_4422

Para wisatawan berkeliling Pura

Para wisatawan berkeliling Pura

IMG_4447

Siang itu, nampak selain wisatawan, beberapa umat Hindu berkumpul di sekitar Pura untuk beribadah. Mereka menggunakan busana serba putih dan membawa Calang (sesaji). Wisatawan yang datang, dilarang memasuki Pura, jika tidak untuk beribadah. Dan sebaiknya di sekitar Pura jangan berisik atau rusuh, kita juga harus menghormati saudara kita yang bersembahyang.

IMG_4448

IMG_4454

IMG_4456

IMG_4460

Sisi lain dari tebing

Sisi lain dari tebing

Kami tiba di sisi lain dari kawasan pura. Pemandangan disini juga gak kalah indah. Kembali kami berfotoria tentunyahhh.. Background Tebing karang, lautan biru, dan langit yang cerah memang begitu indah dan sayang untuk dilewatkan.Beberapa Turis asing juga asik berfoto disini.

Yeahhh...Foto duluuuu...^_^

Yeahhh…Foto duluuuu…^_^

IMG_4480

IMG_4505

Para pengunjung nampak asik memotret monyet-monyet yang berkeliaran di sekitar Pura

Para pengunjung nampak asik memotret monyet-monyet yang berkeliaran di sekitar Pura

IMG_4508

IMG_4515

IMG_4516

IMG_4522

Puas berkeliling, kami pun berjalan menuju pintu keluar yang juga kembali melewati Hutan kecil. Kembali, seekor monyet mangkal di tengah jalan. Doi asik menyantap pisang pemberian pengunjung.

monyet ekor panjang

IMG_4535

Pengalaman berkeliling Pura Luhur Uluwatu begitu mengesankan. Semoga berjodoh, dan bisa kembali lagi kesini suatu saat. ^_^

_Info_

Tiket masuk Pura : Rp15.000 / orang (turis lokal)

Secangkir Kopi Nikmat & Menenangkan Di Tengah Keramaian Legian

Diluar keseruan berkeliling GWK, Uluwatu Temple, dan  Pandawa Beach. Ada pengalaman nikmat saat gue berada di Legian. Yup…gue termasuk orang yang amat…sangat… cinta… dengan Kopi… I Love drinking Coffee.. Tiada hari tanpa segelas kopi hitam. Dan Gue anti kopi sachetan yang beragam rasa heboh2 itu…:D

Nah, pas di Legian, gue dan teman-teman memutuskan untuk nongkrong n ngopi2 manis. Maklum, salah-satu kawan gue di Jakarta ada yang bekerja di Bali. Jadi kita sekalian temu kangen..Berhubung kita semua doyan ngopi, kita pun ingin mencari lokasi ngopi-ngopi yang enak dan nyaman malam itu.

IMG_4209

Tiba-tiba kita melihat plang “Kopi Pot”, sebuah Cafe yang berada di pinggir jalan Legian utama. Dari luar nampak seperti sebuah taman or bisa dibilang sekilas mirip halaman rumah (outdoor), diselimuti tanaman hias dan pepohonan rindang. Beberapa meja dan kursi tertata disana-sini. Kontur tanahnya bertingkat membuat menarik. Lampunya pun remang, membuat nuansa romantis begitu terpancar. Aihhh sedapppp…;p

Secangkir Cappuccino hangat ^_^

Secangkir Cappuccino hangat ^_^

Gue dan kawan gue memilih duduk di sebuah meja bergaya klasik yang letaknya agak meminggir ke sisi jalanan. kita memesan Cappuccino. Selain itu ada kopi hitam, coffee latte, dsb yg bisa dipilih. Tuk racikan kopi bisa memilih kopi Bali, Toraja, dan dari luar seperti dari Italia. Harga kopinya pun terjangkau yakni mulai berkisar dari Rp15 ribu hingga Rp25 ribu. Ada juga beberapa homemade cake untuk menemani menyeruput kopi. Seperti Chocolate Cake, Black Forest, Lemon Merigue Pie, dan sebagainya.

Menikmati kopi dan obrolan berselimut nuansa garden bergaya klasik

Menikmati kopi dan obrolan berselimut nuansa garden bergaya klasik

Tak hanya kopi dan cake. Disini,  juga disajikan beberapa makanan berat, seperti Cold Roast Beef, Nicoise Salad, Sate Lilit, dan lainnya. Tapi malam itu, berhubung kita sudah makan berat diluar, kita memilih menyeruput segelas kopi dan Sepotong Chocolate Cake yang kami bagi berempat.😀 . Disini juga terdapat Lone Palm Bar, bangunan kecil bar dengan atap piramid jerami yang eksotis.

Pindah nongkrong di lantai 2

Pindah nongkrong di lantai 2

Nah, malam itu, disaat sedang asik menyeruput kopi dan berbincang, Tiba-tiba Hujan kecil turun, kami pun memutuskan pindah ke lantai dua. Disini,arsitektur tradisional begitu kental terasa. Namun, memberikan nuansa ketenangan dan kenyamanan.Begitu homeee….

IMG_4249

IMG_4252

Pintu tua tradisional menghiasi dekorasi di lantai 2

Pintu tua tradisional menghiasi dekorasi di lantai 2

Obrolan santai ditemani segelas kopi hangat dan sahabat-sahabat berselimut nuansa cafe yang nyaman, begitu nikmat malam itu…^_^

Waktu menunjukkan pukul 11.30 malam, Berhubung salah-satu teman Bali gue telat datang karena suatu hal. Kita baru lengkap berbincang pukul 11an malam. Alhasil, disaat Cafe harus tutup dan peramusaji meminta bills, gue dan teman-teman belum puas mengobrol. Tapi, meski Cafe telah tutup, kami dipersilahkan oleh peramusaji untuk lanjut berbincang.

Astaga Cafe ini ramah sekaliii…!!! Baiknyahhh Peucahhh..!!”^_^

Yup, kami diperbolehkan lanjut nongkrong meski telah tutup. Karena lantai dua hanya dipisahkan oleh tangga yang langsung mengarah ke halaman tanpa pintu dan pagar, jadi kami bebas untuk pulang (gak takut dikunci). Jadilah kami berbincang ngalir ngidul, kita macam yang punya resto hingga lupa waktu alias sampai jam 2 pagi.😀

Orang Bali itu memegang teguh kejujuran makanya membebaskan kita. Dan kita patut menghormatinnya.  Mantaplah ini tempat, Cafe Kopi Pot, kopinya enak, tempatnya nyaman, plus pramusajinya ramah. Sungguh pengalaman nongkrong,ngopi-ngopi yang mengesankan. Nice….^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s