Mencicip Berkah Air Suci Parahyangan Somaka Giri

Februari 2014

Selamat Datang Di GWK
Selamat Datang Di GWK

Hari ini, gue dan sahabat-sahabat gue berencana menikmati Sunset di Pantai Pandawa di Desa Kutuh, Kabupaten Badung, bagian selatan Pulau Bali. Tapi, berhubung jam 12 siang, kami sudah cabut dari Kuta. Soo…masih banyak sisa waktu sebelum sore. Alhasil, kami putuskan untuk  mampir mengintip Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana (GWK) di Tanjung Nusa Dua, yang masih di Kabupaten Badung.  Jadi rute kami hari itu : GWK  -> Pura Luhur Uluwatu  -> Pandawa Beach. Jarak ketiga lokasi wisata ini berdekatan dan sejalur, jadi sekalian deh. ^_^

Bagian Kepala Patung yang belum selesai..
Bagian Kepala Patung Garuda yang belum selesai..

 

IMG_4287

Beberapa patung cantik menghiasi komplek GWK
Sebelum menanjak ke puncak GWK kami berkeliling sekitar Garuda Plaza. Beberapa patung-patung bernilai seni tinggi dan cantik menghiasi sekeliling. Kehadiran batuan karst yang terbelah rapih disana-sini memberikan sentuhan eksotis. 

IMG_4295

Menanjak menuju Puncak Kepala Garuda
Menanjak menuju Puncak Kepala Garuda

Berlanjut, kami menanjak anak tangga menuju puncak Wisnu Plaza, dimana patung bagian raksasa Kepala Garuda dan Dewa Wisnu berada. Dari atas sini juga semakin jelas komplek GWK, dengan susunan bukit batu yang terbelah rapih tersebut.

“Astaga… ini gunung bisa dibelah jadi balok-balok gini yah..ckckck,” ungkap teman gue berdecak kagum. Seruan serupa juga kembali diungkapkan dia saat kami kami tiba di pintu masuk Pantai Pandawa yang juga berbentuk tebing yang dibelah.  “Wow, tebing bisa dibelah beginih! “-_-“. —->

IMG_4571

“Ini begimana nyusunnyah kalo dah jadi…??!” teman gue berpikir keras sambil memandang Kepala Garuda. “Yahh..gak usah dipikirin cuyyyy…Serahkan pada Nyoman Nuarta…”  -_-“

Garuda Plaza
Garuda Plaza

IMG_4298

Yup…Rencananya memang disini akan dibangun patung raksasa Dewa Wisnu yang menunggangi tunggangannya yakni Garuda.  Tahun 1997, peletakan batu pertama pembangunan GWK, sayangnya tak lama dari situ pembangunan dihentikan. 16 Tahun berlalu, akhirnya Agustus 2013 lalu, diresmikan kembali pembangunan GWK ini. Dan biaya tahap pertama kelanjutan pembangunan GWK sebesar Rp450 miliar.  Dan diharapkan akan rampung sempurna di Tahun 2016 mendatang. Nantinya Patung ini akan mencapai tinggi 127 meter, melebihi tinggi patung Liberty di New York Amerika Serikat yang memiliki ketinggian 93 meter. “Wow! Peucahhh!!”😀

Dewa Wisnu
Patung Dewa Wisnu

Kata Nyoman Nuarta, Inisiator dan Seniman GWk, yang gue lansir dari Antara.com, Garuda Wisnu itu simbol harmoni Tuhan yang menjaga keseimbangan hidup. Perputaran bulan mengutari bumi, bumi yang bekerja mengelilingi matahari dan matahari yang memberikan cahaya sekaligus memberi nafas kehidupan. hmm…semoga pembangunannya lancarrr…jadi pas gue kesini lagi, dah bisa foto dengan patung raksasa yang berdiri sempurna ini. Aminnn….

IMG_4309

IMG_4314

Yakk..demikian update singkat soal pembangunan GWK. Kita lanjut keliling lagi yuk ah…Nah, sampailah gue di puncak GWK, tempat Patung Dewa Wisnu. Lagi asik memandangi Patung raksasa ini, tak jauh dari situ, gue lihat ibu-ibu berkebaya khas bali serba putih bersembahyang di bawah pepohonan lokasi Parahyangan Somaka Giri.

Ada yang sedang sembahyang..
Bersembahyang..

Si ibu pun kemudian duduk di sebuah batu. Lagi asik motret dibalik pagar yang membatasi, tiba-tiba si ibu memanggil.  “Mau masuk?” katanya, “Memang boleh bu?” tanya gue, soalnya gue lihat gak ada satupun yang masuk ke bagian persembahyangan  ini.  “Sedang ‘halangan’ (menstruasi) tidak?” tanyanya, “Tidak bu..” jawab gue, “Boleh kesini saja..” Si ibu memberi ijin.

 Seorang Ibu, duduk di depan Mata Air suci Parahyangan Somaka Giri


Seorang Ibu, duduk di depan Mata Air suci Parahyangan Somaka Giri

Gue langsung masuk ke kawasan tempat sembahyang itu. Sebuah batu berlubang dengan air didalamnya menarik perhatian gue. Gue pun mulai bertanya, “Ini apa bu?”. Si ibu yang ramah ini pun menjelaskan bahwa itu adalah mata air Parahyangan Somaka Giri. Mata air ini secara historis telah dipercaya oleh rakyat di daerah tersebut sebagai berkat dengan kekuatan magis yang kuat untuk penyembuhan penyakit. Karena lokasinya di tanah tinggi (di atas bukit), fenomena alam ini dianggap orang suci dan lokal diyakini itu menjadi air suci.

“Ini mata air suci. Karena muncul di bukit karst, yang seharusnya tak ada mata air. Dipercaya, untuk penyembuhan. Mauuu…??” Jelasnya.  “Boleh deh bu…” jawab gue.

Jujur, gue selalu antusias kalo disuruh nyobain sumber mata air, apalagi kalau dipercaya suci dan berkhasiat. hehehe…  Sebelumnya, gue sempat ke Bali dan mampir ke Tirta gangga, tempat Pemandian Raja Karangasem. Disini juga terdapat Sumber Mata air suci yang terletak dibawa pohon beringin tua yang berumur ratusan tahun. Atas ijin sang penjaga, gue pun meminumnya.

Sumber Mata Air Tirta Gangga,Karangasem.
Sumber Mata Air Tirta Gangga di Karangasem.

 Iyak..kembali ke GWK. Gue pun melepas sendal dan mulai duduk didepan mata air tersebut.

“Baca doa menurut kepercayaannya yah…” kata si Ibu.

Berhubung, gue muslim, gue pun membaca Al-Fatihah. Setelah doa beres,  gue mengadahkan kedua tangan gue, “Bismillah” ucap gue dalam hati. Si ibu pun menyipratkan air suci itu menggunakan semacam kumpulan lidi kecil ke kedua tangan gue. Gue langsung meminumnya sebanyak 3 kali, dilanjut membasuhkan air ke wajah gue sebanyak tiga kali juga. Tak ketinggalan, si ibu juga menyipratkan ke kepala gue. Baru kali ini gue punya pengalaman minum air suci dengan ritual seperti ini. Biasanya hanya baca doa, dan minum langsung dari tangan.

Mata Air keramat. Konon, dipercaya untuk penyembuhan...
Mata Air Parahyangan Somaka Giri. Konon, air suci ini dipercaya untuk penyembuhan…
Melantunkan Doa.
Melantunkan Doa.
Gue percaya beragam sumber mata air itu berasal dari pemberian Tuhan Yang maha Esa. Jadi sambil minum, kita juga berdoa memohon berkah dan ridho dari Tuhan. Barangkali bisa jodoh lagi ke Bali. Seperti doa yang pernah gue lantunkan di Karangasem dua tahun lalu, supaya diberi kesehatan,umur panjang, dan berjodoh kembali di Tanah Dewata. Dan benar, Alhamdulillah, sampai sekarang masih diberi kesehatan oleh Allah SWT dan kembali lagi ke Pulau Dewata. ^_^  
Gue bersyukur dan beruntung punya pengalaman mencicip air suci ini. Diantara banyak pengunjung, kok cuma gue yang dipanggil untuk mencicip, pasti atas restu Dewata Agung juga. Nah,berarti temen gue belum direstui, soalnya pas gue icip air suci, entah dimana teman-teman gue berada. Padahal, gue pengen minta difotoin.😦 Pas udah beres, baru pada keliatan. -_-“

IMG_4332

IMG_4325

Parahyangan Somaka Giri

Teluk Benoa dari kejauhan
Pemandangan Teluk Benoa dari kejauhan
Puas berkeliling GWK, kami pun lanjut merapatkan kendaraan kami ke Pura Luhur Uluwatu yang letaknya tak jauh dari sini. Saat hendak berangkat, teman gue sempet-sempetnya bertanya:
“Loe tadi minum air suci sambil minta Jodoh yah…??” tanyanya menyinyir…
“Mau Tahu aja…”😛
 

-Info-

Tiket masuk GWK: Rp40.000 / orang (turis lokal)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s