Bersantap & Menari Bersama Di Horom Sasadu (Jailolo)

Mei 2013

“Yar pidang sijoun duang duang bolonyang? (Apakah makanannya telah siap?) ?” ungkap Thomas Salasa, Kepala Adat Suku Sahu berseru.

“Duang duang! (sudah siap)” jawab ibu-ibu.

HOROM SASADU

HOROM SASADU

Inilah seruan khas, saat hendak memulai upacara Makan Adat Horom sasadu.  Teluk Jailolo, tak hanya memiliki panorama alam yang indah. Namun, terdapat beragam adat budaya yang menarik. Salah-satunya, upacara makan adat yang khas, yakni Horom Sasadu yang didadakan di Rumah Adat Sasadu Desa Gamtala, Kecamatan Sahu Timur, Kabupaten Halmahera Barat, Provinsi Maluku Utara.

Sasadu, Rumah Adat Suku Sahu di Desa Gamtala

Sasadu, Rumah Adat Suku Sahu di Desa Gamtala

Saat berkunjung kesini, kami pun tak mau melewatkan upacara adat makan yang masuk dalam rangkaian Festival Teluk Jailolo 2013 ini. Sebelum memasuki rangkaian pesta makan adat, terlebih dahulu kedatangan kami disambut dengan tarian adat yang ditarikan anak-anak desa ini.

Tarian Soya-soya menyambut para tamu

Tarian Soya-soya menyambut para tamu

jailolo 291

Horom Sasadu sendiri berasal dari kata Horom yang berarti Makan dan Sasadu yakni Rumah Adat. Sebelum agama masuk,masyarakat disini dulu memuja Dewa kesuburan dan alam. Dan saat panen berlimpah, mereka akan mengadakan pesta makan adat untuk merayakannya. Dahulu, pesta diadakan selama sembilan hari sembilan malam. Namun, seiring waktu, semakin berkurang, terkadang 3 hari 3 malam atau semalam. Semua sajian dimakan berhari-hari, bermalam-malam, tanpa pernah kekenyangan. Dalam setahun, makan adat digelar dua kali.

jailolo 012

Tentu saja, kami pun tidak mau melewatkan sajian khas dari upacara makan adat ini. Nasi Kembar, menjadi menu santapan wajib yang harus ada di acara ini. Sekilas, tampilannya mirip dengan lontong. Nasi ini dimasak dengan cara dibakar dalam bambu.

Nasi Kembar

Nasi Kembar

Dinamakan kembar karena nasi ini dibungkus dengan gulungan pelepah pisang yang membentuk dua selongsong nasi. Nah, untuk teman bersantap, ada sayur sop, ikan tongkol pedas, balado teri kacang, dan lainnya. Usai berdoa, kami semua pun langsung melahap makanan yang disajikan. Menariknya, meja makan beralaskan daun pisang yang melambangkan kesuburan dari tanah desa ini. Sementara, meja para tamu yang berada ditengah beralas kain putih. Meski terlihat sederhana, namun rasa dari masakannya begitu lezat, dan rasa kekeluargaan dan kebersamaan membuat semakin nikmat.

Kepala Adat Suku Sahu membuka acara

Kepala Adat Suku Sahu membuka acara

Berdoa sebelum makan

Berdoa sebelum makan

Sebelum memulai acara, Kepala Adat Sahu membuka acara dengan bahasa adat setempat. Doa pun dilantunkan kepada Tuhan Yang Maha Esa dan kepada para nenek moyang demi kelancaran acara adat ini.

Pesta Makan Adat Horom Sasadu pun dimulai

Pesta Makan Adat Horom Sasadu pun dimulai

Sensasi bersantap semakin nikmat karena kami langsung bersantap dibawah atap Rumah Adat Suku Sahu, Sasadu. Sasadu yang menjadi berdiri di atas beberapa tiang kayu, tak berdinding, dan beratapkan daun sagu. Meja makan antara pria dan perempuan dipisah di sisi kanan dan kiri Sasadu. Sementara para tamu berada di tengah.

jailolo 303

Tak ketinggalan, disela-sela acara makan, tifa sepanjang 4 meter, alat musik khas Jailolo dimainkan diiringi pula dengan gong dan Kube (alat musik dari pelepah sagu) sambil masyarakatnya menarikan tarian khas Legu Salai.

Tifa pun dibunyikan mengiringi pesta

Tifa pun dibunyikan mengiringi pesta

jailolo 329

Usai bersantap, para tamu diajak menari diiringi alunak musik tifa yang energik.

Usai bersantap, para tamu diajak menari diiringi alunak musik tifa yang energik.

Membuat acara santap semakin nikmat. Selain itu, anda pun harus mencicip minuman wajib acara makan adat ini, yakni saguer atau yang populer disebut arak cap tikus. Disaat para penduduk Suku Sahu menuangkan anda Saguer,wajib bagi anda untuk mencicipi. Karena ini merupakan bentuk simbol bahwa anda telah diterima di Sasadu oleh Suku Sahu. Dan untuk para muslim, boleh menolak saguer. Sebagai gantinya, penduduk akan menawarkan air tape, yang lebih halal.

Kepala adat menawarkan Saguer ke para tamu yang hadir.

Kepala adat menawarkan Saguer ke para tamu yang hadir.

Berdansa bersama Kepala Adat

Berdansa bersama Kepala Adat

Berfoto bersama , kenang-kenangan sebelum berpisah ^_^

Berfoto bersama , kenang-kenangan sebelum berpisah ^_^

UJI NYALI DENGAN SABETA

Sabeta alias ulat sagu bakar

Sabeta alias ulat sagu bakar

Wilayah Indonesia bagian Timur memang memiliki beragam kuliner yang khas. Saat kami berkunjung ke Jailolo, Halmahera Barat pun kami tak mau melewatkan sajian unik dari daerah ini. Sabeta alias ulat sagu menjadi kudapan kami kali ini. Ya, tak hanya di Papua saja, di Jailolo pun, masyarakatnya terkadang menyantap Sabeta ini.

Untuk menyantapnya, erlu bekeranian tersendiri. Pasalnya, tampilan ulat sagu yang berwarna putih, berukuran jempol, dan meliuk-liuk saat bergerak tentu membuat sebagian orang merinding. Tapi jangan salah, jika anda pintar meraciknya, akan menjadi sajian yang lezat.

jailolo 403

Seperti yang dilakukan beberapa pekerja kebun di Desa Susupu, Jailolo, Halmahera Barat. Mereka menangkap ulat sagu dari batang-batang pohon sagu yang ada disekitarnya. Biasanya, saat tidak dapat tangkapan ikan dilaut, masyarakat akan mencari ulat sagu untuk alternatif makanan mereka. Disini, ulat sagu ditusukkan ke salam tusuk sate. Sebelum dibakar terlebih dahulu diolesi bumbu dari perasan jeruk untuk menghilangkan amis.

jailolo 406jailolo 409jailolo 410

Yang menjadi pembeda sajian ulat sagu daerah lain dengan ala Jailolo, adalah, ulat sagu disajikan bersama dengan sambal colo-colo. Yakni, sambal yang dibuat dari potongan bawang, cabe, tomat, yang diberi perasan jeruk limo dan sedikit gula dan garam. Perpaduan sabeta yang gurih dengan dijamin bisa membuat anda ketagihan. Bisa juga disantap dengan pisang bakar. Sementara, jika dimakan mentah, akan terasa tawar dan asam.

Jiaaa...ada yang ketagihan...:D

Jiaaa…ada yang ketagihan…:D

Jangan salah, meski tampilannya sedikit ekstrim, namun ulat sagu ternyata memiliki kandungan yang baik untuk tubuh.  Kandungan protein ulat sagu sekitar 9,34%. Selain kandungan protein yang cukup tinggi, ulat sagu juga mengandung beberapa asam amino esensial, seperti asam aspartat (1,84%), asam glutamat (2,72%), tirosin (1,87%), lisin (1,97%), dan methionin (1,07%). Tempat hidupnya di dalam batang ulat sagu, membuat ia hanya mengkonsumsi bagian dalam sagu, dan jauh dari kontaminasi kotoran luar. Berani mencoba?

MULU BEBE & GOROKA

Kami pun tak mau melewatkan kudapan Pisang Mulu Bebe khas Jailolo. Mulu Bebe, merupakan salah-satu jenis pisang khas di daerah ini. Mulu Bebe berasal dari kata Mulu (Mulut) Bebe (Bebek). Dinamakan ini, karena bentuknya yang memeanjang seperti mulut bebek.

Pisang Mulu Bebe

Pisang Mulu Bebe

Pisang ini biasanya disajikan dengan digoreng langsung tanpa tepung. Pisang diambil yang setengah matang. Kemudia, diiris memanjang tipis, diberi bumbu khas. Kemudia digoreng hingga renyah. Menariknya, pisang mulu bebe ini disajikan dengan sambal segar khas timur. Anda cukup mencocol dengan sambal dan melahapnya selagi hangat. Rasany begitu lezat gurih, dengan sensasi pedas dari sambalnya.

Semakin nikmat lagi dengan minuman pendampingnya, yakni goroka. Minuman ini terbuat dari air rebusan jahe panas dan diberi butiran kacang kenari yang telah ditumbuh halus diatasnya. Rasanya begitu hangat dan segar.

Goroka

Goroka

Kolaborasi pisang mulu bebe dan goroka ini paling pas untuk disantap malam hari. Seperti yang kami lakukan kali ini, bersantap pisang mulu bebe disebuah warung dipinggir teluk Jailolo. Ditemani pemandangan laut dimalam hari, deburan ombak dan angin laut yang menyejukkan. Tak ketinggalan, kami juga mencoba Papare. Makanan ringan dari singkong yang direbus bersama tepung singkong, dihaluskan diberi mentega, santan dan gula. dibentuk, kemudian diberi isian parutan kelapa. Rasanya juga tak kalah gurih dan lezat. Pisang mulu bebe ini pun juga terkadang disajikan dalam bentuk keripik, yang cocok untuk oleh-oleh.

 

NASI KUNING IKAN KHAS TERNATE

Nasi Kuning Ikan

Nasi Kuning Ikan

Bagi anda yang hendak menyeberang Jailolo dari Ternate, namun ingin berburu sarapan khas Ternate terlebih dahulu. Nasi Kuning Ikan bisa menjadi pilihan tepat sarapan anda. Anda bisa menemuinya, salah-satunya di Rumah Makan Al Hikmah yang terletak di Jalan Ais Nasution No.26, Ternate.  Disini, anda bisa mencicipi sajian nasi Kuning yang lezat. Berbeda dengan nasi kunig pada umumya, disini memiliki lauk-lauk pedamping yang  spesial.

Antara lain, ikan tongkol yang dimasak manis dengan gula merah sebagai bahan utamanya. Adapula singkong yang diiris kecil-kecil dan digoreng kering dengan bunmbu yang manis, telur rebus, ayam bakar dan lauk lainnya . Jika ingin lauk berisi Ikan tongkol dan telur hanya dibanderol Rp16 ribu. Sementara, dengan isian lauk ayam Rp25 ribu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s