Explore The Sunrise of Java (Banyuwangi)

Pulau Merah Nan Eksotis

Mei 2013

Pulau Merah

Pulau Merah

Kegagahan bukit Pulau Merah menjadi latar penampilan para perselancar dunia pagi itu. Puluhan surfer dari 20 negara terlihat asik berlaga diatas gulungan ombak di Pantai Pulau Merah yang terletak di Desa Sumberagung Pesanggaran, Banyuwangi, Jawa Timur itu. “Red Island Banyuwangi International Surfing Competition” digelar 24-26 Mei lalu. Bagi anda yang bosan berselancar atau bersantai di Pantai Kuta,  pantai Pulau Merah bisa menjadi pilihan yang tepat.

banyuwangi 053

banyuwangi 076

Selama ini, Pantai Plengkung atau yang populer disebut G-Land memang dikenal sebagai lokasi Terfavorit di Banyuwangi bagi pecinta surfing dunia. Namun, Pulau Merah yang selama ini tersembunyi juga memiliki daya tarik yang tak kalah dengan G-Land.

banyuwangi 057

banyuwangi 058

banyuwangi 059

Banyuwangi, memang menyimpan potensi alam dan wisata yang mengaggumkan. Salah-satunya, Pulau Merah. Ya, Mutiara yang terpendam, banyak perselancar menyebut Pantai Pulau Merah bagaikan Pantai Kuta di era 80an. Masih virgin, jauh dari keramaian, dengan pasir pantai nan halus, dan tentu saja ombak yang menyenangkan untuk para surfer. Sayangnya, belum banyak yang mengetahuinya tempat cantik ini.

banyuwangi 051

“Aku penasaran dengan Pulau Merah dan berangkat dari Bali. Ternyata ombak disini bagus, dan pemandangan Pulau Merah ini begitu indah, sangat menyenangkan, masyarakatnya pun ramah,“ ungkap Regan Green, 21, perselancar asal New Zealand yang mengaku begitu terpesona dengan Pulau Merah.

banyuwangi 167

Tak hanya menikmati keindahan pantai Pulau Merah dan keseruan para perselancar yang berlaga diatas ombak. Kami tak ketinggalan menikmati atraksi kesenian khas Banyuwangi yang disajikan disini. Salah-satunya, penampilan anak-anak yang memainkan tarian Jaranan Buto Cilik.

banyuwangi 064

banyuwangi 115

Buto Cilik

Buto Cilik

banyuwangi 139

banyuwangi 119

banyuwangi 117

banyuwangi 155

banyuwangi 163

Pantai Pulau Merah berjarak 60 kilometer dari Kota Banyuwangi. Akses jalan sangat baik. Tersedia puluhan homestay yang bisa anda sewa dengan harga hanya Rp100 ribu hingga Rp150 ribu permalam.

Plengkung, Dasyatnya Raja Ombak Dunia

G-land aka Plengkung Waves  (dok.g-land bobby's Surf Camp)

G-land aka Plengkung Waves (dok.g-land bobby’s Surf Camp)

Hawaii sering disebut-sebut sebagai surganya para perselancar dunia. Namun, siapa sangka Indonesia pun ternyata memiliki surga selancar yang tersembunyi diujung selatan Banyuwangi. Orang lokal menyebutnya Pantai Plengkung, tak banyak masyarakat Tanah Air yang mengetahui tempat ini. Tapi bagi perselancar dunia, pantai yang berada di Taman Nasional Alas Purwo ini begitu populer dan mereka menyebutnya G-Land.

Bagi para perselancar dunia, ombak Plengkung mendapatkan predikat Ombak Terpanjang (terkonsisten) nomor 1 di Dunia. Bisa mencapai panjang 2 kilometer dalam formasi 7 gelombang bersusun. Sementara, untuk Terbesar dan Tertinggi, menempati urutan Kedua setelah Hawaii dengan tinggi mampu mencapai 5-6 meter. Jika anda parqa pecinta selancar ingin merasakan sensasi Maha Dasyat Dari Ombak di ujung Selatan Banyuwangi ini, anda bisa datang dalam musim ombak besar dibulan Juni-Juli.

Penasaran, kami pun memutuskan untuk mengintip Pantai Plengkung alias G-Land ini. Kami berangkat dari Pulau Merah, dan memakan waktu sekitar 3 jam berkendaran.

Menelusuri Hutan Alas Purwo menuju Pantai Plengkung

Menelusuri Hutan Alas Purwo menuju Pantai Plengkung

Namun, saat mencapai pantai Pancur, kami masih harus mengganti kendaraan offroad. Maklum pantai Plengkung berada ditengah hutan Alas Purwo, dan medannya cukup menantang untuk menembus hutan tersebut. Kebanyakan perselancar yang datang kesini mengambil rute terdekat dari bali. Menggunakan kapal dari bali selama dua jam, langsung berlabuh di depan pantai plengkung.

Karena medannya yang menantang, dari pantai Pancur hingga Plengkung kami harus Berganti mobil offroad.

Karena medannya yang menantang, dari pantai Pancur hingga Plengkung kami harus Berganti mobil offroad.

Siapa sangka di daerah yang terbilang terpelosok ini, kami justru menemui tiga hotel mewah bergaya cottages disini. Salah-satunya, Hotel G-Land Bobby’s Surf Camp yang menjadi hotel pertama di pantai ini.  Dan disini, memiliki fasilitas yang super lengkap dan kamar-kamar yang nyaman. Tapi disini, tarifnya dolar loh.

Hotel Pertama yang ada di Plengkung. Ada sejak tahun 80an.

Hotel Pertama yang ada di Plengkung. Ada sejak tahun 1976.

banyuwangi 276

Saat berkunjung, kami menemui tamu yang seluruhnya merupakan perselancar dari luar negeri. Kami pun, berkesempatan berbincang dengan para perselancar ini. Kami menemui Gualgirmi, 24, perselancar asal Brazil. Ia memang baru pertama menjajal papan seluncurnya di laut Plengkung. Namun, perselancar yang juga berprofesi sebagai Enginering di Brazil ini begitu jatuh cinta dengan G-Land. Selain karena ombaknya yang mengagumkan, lokasinya yang terletak ditengah Hutan menjadi daya tarik tersendiri.

“Ombaknya mengaggumkan, saya pernah ke Mentawai, Bali, tapi inilah yang Terbaik. Lokasi ditengah hutan, tidak ramai. Jelas, lokasi ini sangat recomended,” ungkap Gualgirmi.

Tempat ini memang membuat para peselancar dunia ketagihan. Kami menemui Kimbo, 57, perselancar asal Australia yang mengaku telah 30 kali mengunjungi G-Land dan ia tak pernah bosan. Ya, sejak terekspos dunia di tahun 70an, banyak perselancar profesional dunia telah mencicipi kedasyatan gulungan ombak Plengkung ini hingga saat ini. Seperti perselancar profesional asal Amerika Serikat Kelly Slater dan Gerry Lopez, Peter McCabe (Australia), dan lainnya.

Keelokan Hutan Mangrove Bedul

Hutan Mangrove Bedul

Hutan Mangrove Bedul

Tak hanya G-Land, Hutan Alas Purwo pun memiliki hutan Mangrove Terbesar Di Pulau Jawa yang terletak di Desa Sumber Asri Kecamatan Purwoharjo, Banyuwangi. Lokasi ini berjarak 50 kilometer dari Kota Banyuwangi atau sekitar dua jam berkendara.

banyuwangi 170

Anda bisa menelusuri teluk memanjang Segoro Anak dengan menggunakan kapal dan menikmati keelokan hutan magrove ini. Di hutan mangrove alami seluas 1200 hektar ini, anda bisa menemui 26 jenis dari 16 family Mangrove. Terdapat pula, aneka fauna didalamnya yang bisa anda temui. Jika Anda menelusuri kearah Barat menuju Cungur, aneka jenis burung migran siap menyapa anda.

banyuwangi 258

banyuwangi 195

menelusuri Segoro Anak

menelusuri Segoro Anak

Nah, bagi anda yang tidak memiliki banyak waktu namun ingin melihat nuansa pantai Selatan. Anda hanya cukup, menyebrang  dengan kapal selama 15 menit dari Dermaga Bedul, keseberang sisinya. Anda hanya perlu merogoh kocek R7000 perorang saja.

asik neduh dibawah magrove

Asik neduh dibawah mangrove

 

Anda akan langsung disambut dengan segerombolan monyet ekor panjang (Macaca Fascicularis).  Pengunjung bisa bebas melihat dan beinteraksi dengan monyet-monyet yang memang dibiarkan bebas dialamnya ini.

banyuwangi 235

 

banyuwangi 240

 

banyuwangi 251

 

banyuwangi 239

 

berjalan menuju Pantai Selatan

berjalan menuju Pantai Selatan

Anda bisa pula memberi makan, tapi harus berhati-hati agar tak dikejar-kejar. Setelah puas bermain dengan monyet, anda bvisa meneruskan perjalanan hanya 15 menit, menuju Pantai Selatan melewati rimbunnya hutan tropis.

 

Mengintip Penyu Di Ngagelan

banyuwangi 203

Kami begitu menikmati menelusuri Hutan Mangrove Bedul, selama 1 jam dengan kapal menuju kearah Timur. Namun, kali ini, titik finish kami adalah Pantai Ngagelan. Kami pun turun di pinggir hutan bakau, yang menjadi pintu masuk ke Pantai dan meneruskan perjalanan menembus hutan.

banyuwangi 226

banyuwangi 224

 

Misi kami berikutnya, ingin mengintip penyu-penyu yang bertelur disini. Hanya butuh waktu 30 menit berjalan-kaki, kami pun tiba di pantai.

Pantai Nagelan

Penangkaran Penyu di Pantai Nagelan

Ngagelan memiliki panjang bibir pantai yang landai sepanjang 20 kilometer. Disinilah, penyu-penyu biasa mampir untuk bertelur di pinggi pantai. Pantai ini menjadi favorit para penyu, karena disini juga terdapat empat jenis pasir pantai yang disukai para penyu.

banyuwangi 216

Kami bisa melihat beberapa penyu yang dipelihara di kolam-kolam khusus, untuk nantinya pada umur tertentu akan dilepas kembali ke laut . Telur-telur ini dipelihara dan dierami dengan sistem semi-alami. Setelah sekitar, 47 hari, penyu-penyu ini akan keluar dari telurnya dan berjalan menuju Laut.

Ratusan telur penyu dierami secara semi-alami

Ratusan telur penyu dierami secara semi-alami

 

banyuwangi 205

 

banyuwangi 199

Jika ingin melihat secara alami Penyu bertelur, anda harus menunggu hingga malam hari. Di pantai ini, setahun bisa terdapat 400 induk penyu yang bertelur. Kebanyakan adalah jenis penyu lekang (Lepidochelys olivacea), penyu belimbing (Dermochelys coriacea), penyu sisik (Eretmochelys imbricata), dan penyu hijau (Chelonia mydas). Juni, menjadi bulan dengan kedatangan penyu Terbanyak. Di bulan ini,  rata-rata terdapat 30 induk penyu perharinya yang mampir bertelur di sepanjang pantai.

banyuwangi 210

Selain, mengenal lebih dalam soal Penyu, anda juga bisa sejenak menikmati keindahan pantai dan deburan ombak yang atraktif. Jika beruntung, anda bisa melepas tukik-tukik yang dipelihara disini. Selain di Ngagelan, anda juga bisa menemuinya di Pantai Sukamade.

_Info_

Paket menuju sungai Kere, melihat mangrove Rp150 ribu (perkapal /kapasitas 15 orang). Ada pula paket menuju Cungur-Grajakan Rp200 ribu. Sementara, paket Bendul menuju Pantai Nagelan dikenakan harga Rp400 ribu.  Sebaiknya, anda membawa makanan sendiri, karena di lokasi-lokasi tujuan tidak terdapat pedagang makanan yang berjualan.

 

Pulau Tabuhan

banyuwangi 032

Saat berada di sekitar Kota Banyuwangi, kami pun menyempatkan diri untuk singgah sebentar Pulau Tabuhan yang berjarak 20 km dari kota Banyuwangi, tepatnya berada di desa Bangsring,Kecamatan Wongsorejo. Pulau tidak berpenghuni ini nampak cantik, dan sangat berpotensi untuk dijadikan objek wisata. Namun, masih memerlukan pembenahan. Karena, di beberapa bagian pantai masih kotor dengan sampah laut. Terumbu karangnya pun perlu perhatian khusus. Namun, yang perlu disalutkan adalah tekad kelompok nelayan dan masyarakat pembudidaya ikan hias di pinggiran pantai Desa Basring yang begitu perhatian, dan melakukan pemantauan pemburuan ikan hias liardan pemeliharaan terumbu karang. Mereka bahkan menciptakan Fish Apartement bawah laut loh…

banyuwangi 035

banyuwangi 037

banyuwangi 044

 

6 thoughts on “Explore The Sunrise of Java (Banyuwangi)

  1. hi, need help about pulau merah beach, im planning for a surf trip next week there and im still looking for hotels or homestay near by from the beach, if you guys know of any please let me know..thanks so much for your time and help: )

    • Hey Kec…theres no hotel in pulau merah beach. But u can stay at homestay. Theres so many homestay u can choose. Many villagers overing homestay for surfer who come there. The price is depends. If u want room with air conditioner, is between 300.000-450.000 rupiah/ night. Room no ac..is 100.000-250.000 rupiah. U dont have to reserve. Coz..theres so many u can chosee.All homestay is near pulau merah beach. U can walk about 3-5 minutes. So close..dont worry..i hope this information can help…have a nice surf!^_^

  2. Pingback: 8 Potensi Wisata Menarik di Taman Nasional Alas Purwo - Yuk Piknik

  3. Pingback: 7 Pantai Cantik Di Banyuwangi - Yuk Piknik

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s