Windonu & Moramo, Kecantikan Yang Tersembunyi


Januari 2012

Desa

Desa Wawatu

Sulawesi Tenggara (Sultra) terkenal dengan Wakatobi, surga bawah laut dan keindahan pantainya yang mampu membuat takjub  masyarakat Nusantara dan belahan dunia lainnya. Namun, ternyata provinsi beribukota Kendari ini masih menyimpan banyak potensi wisata alam. Salah-satunya keindahan laut dan pantai Windonu, yang terletak di Desa Wawatu, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara.

Belum banyak yang mengenal Windonu. Lokasi ini masih minim pengunjung, bahkan belum masuk ke dalam daftar wisata Pemerintah Provinsi Sultra. Dan siapa sangka, Windonu nan indah ini ternyata tersembunyi tidak jauh dari pusat Kota Kendari. Untuk mencapai kesana kita hanya memerlukan waktu 45 menit berkendaramotor dari pusat kota. Akses jalan sangat baik, melewati kecamatan Poasia dan Abeli menuju arah Konawe Selatan. Menyelusuri bibir teluk Kendari, melewati Pantai Nambo yang menjadi andalan Kendari, sesekali memasuki perbukitan landai, perkampungan nelayan dan petani rumput laut.

DSCN2804

Sesampainya di Windonu, pengunjung langsung disambut dengan perkampungan suku Bajo Bugis. Bolatoro, rumah-rumah panggung dari kayu beratapkan daun rumbia, berjejer rapi di sepanjang pinggir pantai. Terdapat 84 kepala keluarga di perkampungan nelayan ini. Sementara, terlihat dermaga kayu sepanjang 200 meter mengarah ke laut. Pemandangan dari pinggir pantai langsung mengarah ke Laut Banda, Maluku.

DSCN2809

Lokasi yang ditetapkan menjadi Daerah Perlindungan laut (DPL) ini memang masih perawan, terutama terumbu karangnya.Untuk melihatnya kita harus menaiki perahu (sampan) motor dari dermaga menuju arah Pulau Lara yang hanya 10 menit saja.

Menuju perairan

Menuju perairan P. Lara

Sepanjang perjalanan dengan perahu, Windonu menyajikan pemandangan yang sangat indah. Karang-karang batu hitam yang kokoh dengan bentuk-bentuk yang unik, tampak kontras dengan lebatnya pepohonan yang tumbuh diatasnya. Sementara, permukaan laut menunjukkan permainan degradasi warnanya, mulai dari hijau muda, biru muda, hingga biru tua. Tak ketinggalan, pemandangan pegunungan Niku-Niku yang mengelilinginya dan hamparan hutan mangrovenya.

DSCN2826

tanjung paropo

Tanjung Tapuoppa

Pegunungan Niku-niku

Pegunungan Niku-niku

Perairan Pulau Lara menjadi spot snorkling Terbaik di Windonu. Sementara untuk diving, Pulau Hari yang hanya berjarak 15 menit perjalanan dari dermaga juga bisa menjadi pilihan tepat. Windonu mengantongi banyak titik snorkling dan diving di perairannya. Dimana, berbagai jenis terumbu karang (coral) cantik dengan beragam jenis, bentuk dan ukuran hidup subur didalamnya. Berwarna warni, indah seperti surga bawah laut.

Salah-satu titik Snorkeling

Perairan Pulau Lara, salah-satu titik Snorkeling

Di beberapa titik, terdapat kumpulan karang meja sejauh mata memandang, bersih bebas sampah. Tak ketinggalan, beragam ikan-ikan laut aneka warna dan jenis bermain-main, sesekali mengintip dari balik coral. Jika ingin bersantai, kita bisa mampir ke Tanjung Tappuopa, pantai pasir putih dengan pepohonan yang lebat, sangat cocok untuk bersantai usai lelah mengeksplor laut. Menariknya, disini terdapat lebih dari enam pantai yang terpisah menyebar mengelilingi Windonu. Membuat pengunjung memiliki lebih banyak pilihan bersantai.

Tanjung Tappuopa

Tanjung Tappuopa

Kawasan seluas 600 hektar ini siap menawarkan pengalaman yang tidak terlupakan. Mulai dari perkampungan suku Bajo Bugis, snorkling dan diving mengeksplorasi keindahan bawah laut, hingga menikmati ketenangan dan relaksasi di gugusan pasir putihnya.

DSCN2860

with the team

with the team

*sorry ga ada foto underwater, waktu itu cuma bawa kamera pocket euy

Air Terjun Moramo

Air Terjun Moramo

Air Terjun Moramo

Tak jauh dari Windonu, Wawatu, masih ada lagi keindahan yang sayang untuk dilewatkan. Kali ini tersembunyi di balik pegunungan Moramo. Kita hanya perlu melanjutkan perjalanan darat dari Wawatu menuju arah Konawe Selatan. Dengan jarak tempuh 90 menit dari pusat kota Kendari, atau 45 menit dari Wawatu.

Perempuan Pemukul Batu di Desa Moramo

Perempuan Pemukul Batu di Desa Moramo

Disela-sela perjalanan kita akan melewati perkampungan wanita pemukul batu di Desa Moramo. Mereka biasanya beraktivitas di bawah tenda-tenda kecil depan rumah mereka yang terletak di sepanjang jalan menuju Moramo, Konawe Selatan. Dari pagi hingga sore hari, para ibu-ibu disana melakukan aktivitas memukul batu-batuan hingga berukuran kecil, dimana batuan tersebut diambil dari perbukitan yang berada di sekitar pegunungan di Moramo untuk nantinya dijual sebagai bahan bangunan.

DSCN2982

Memasuki kaki gunung Moramo, jalan beraspal berganti dengan jalan tanah. Sedikit berkelok-kelok dengan tekstur pendakian yang landai, namun masih mudah untuk dilalui. Tidak memakan waktu banyak, anda sudah bisa mencapai gerbang bertuliskan “Suaka Alam dan Margasatwa Tanjung Peropa”.

DSCN2921

DSCN2980

Untuk mencapai lokasi air terjun, pengunjung masih harus berjalan kaki menaiki bukit dengan jarak tempuh 1,2 kilometer. Melewati beberapa jembatan kayu dan  menyelusuri jalan setapak sepanjang pinggir sungai.

berjalan menuju air terjun

berjalan menuju air terjun

Anak-anak air terjun menemani sepanjang perndakian

Anak-anak air terjun menemani sepanjang perndakian

Selama perjalanan, anda bisa menikmati rimbunnya pepohonan tropis, beragam serangga dan kupu-kupu cantik yang banyak hidup di hutan ini, ditambah udaranya yang sejuk dan segar. Lelahnya pendakian dijamin akan terbayarkan sesampainya di lokasi air terjun moramo.

DSCN2942

Air terjun ini berbentuk unik seperti anak tangga, yang tiap tangganya membentuk kolam sendiri-sendiri. Bentuknya sangat indah, terlebih bebatuan air terjun berasal dari batuan marmer, yang nampak halus dibalik derasnya air terjun.

Berenang di Kolam Air Terjun

Berenang di Kolam Air Terjun

Sore itu, terlihat para pemuda dan pemudi bersenang-senang sambil berenang di beberapa kolam yang memiliki kedalaman sekitar 1,5 meter. Ada pula kolam yang kedalamannya hanya setinggi lutut. Airnya dingin menyegarkan. Pada musim-musim tertentu, terutama musim penghujan air terjun akan mengalir lebih deras.

DSCN2950

DSCN2958

DSCN2961

DSCN2969

Jika anda ingin lebih mendaki keatas bukit, anda pun masih bisa menemui serangkaian anak terjun dan kolam-kolam lainnya. Diperkirakan masih terdapat ratusan anakan dan tanggaan air terjun yang terdapat dari puncak hingga kaki gunung.

Info

# Windonu desa Wawatu : 45 Menit dari kota Kendari atau 15 menit dari Pantai Nambo menuju Wawatu. Akses jalan Bagus. Bisa jalan sendiri dengan menyewa mobil Rp250 ribu seharian. Disana menyewa perahu motor Rp10 ribu perorang.

Di lokasi tidak standby alat selam dan snorkling, jadi jika ingin menyewa alat atau info lokasi bisa mencari info ke Lembaga Mina Bahari Kendari. Atau bisa menggunakan paket murah fun diving Rp1,5 juta (1-3 orang), atau Rp500 ribu (1-3 orang), lengkap dengan 1 set alat selam untuk dua kali penyelaman, instruktur (body dive), makan menu tradisional, antar-jemput transportasi darat, dan perahu motor.

# Air Terjun Moramo (Suaka Alam dan Margasatwa Tanjung Peropa) : 90 Menit dari kota Kendari, setelah melewati Pantai Nambo dan Windonu. Mengarah ke Tanjung Peropa, Konawe Selatan. Akses jalan bagus mencapai kaki gunung, selanjutnya akses jalan beberapa titik tidak beraspal, namun bisa dilalui mudah.

2 thoughts on “Windonu & Moramo, Kecantikan Yang Tersembunyi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s