Mengintip Istana dan Taman Peristirahatan Raja Karangasem

Mei 2012

Puri Agung Karangasem

Puri Agung Karangasem

Berwisata di Puri Agung Karangasem dan Taman Soekasada, seolah membawa anda kembali ke masa kejayaan kerajaan Terbesar di Pulau Dewata itu.

Zaman dahulu kala, Bali merupakan pulau tempat berkuasanya delapan kerajaan pecahan Dinasti Gelgel. Tercatat dalam sejarah, Karangasem menjadi kerajaan yang paling besar di pulau Dewata ini. Kekuasaannya bahkan mencengkram hingga ke Pulau Lombok.

Raja Karangasem

Raja Karangasem Anak Agung Gede Jelantik

Kerajaan ini pun mewariskan berbagai situs sejarah dan budaya yang masih lestari hingga saat ini. Situs dengan arsitektur mengagumkan dibalut keindahan alam yang cantik mampu memuaskan para wisatawan yang berkunjung. Seperti semangat yang diutarakan salah-satu wisatawan asing yang saya temui di sana yang mengaku lebih menyukai menjelajah situs sejarah Bali ketimbang bersantai di pantai di pusat kota Bali.

“Jika Anda Ke Bali, cukup satu jam saja menikmati kota dan pantai. Sisanya, cobalah menjelajah ke dalam pulau. Disini tersimpan wisata sejarah dan alam indah bagai surga yang tersembunyi,” ungkap Roger, 69, Wisatawan asal belanda yang saya temui di Karangasem.

Perjalanan dimulai di tengah Kota kuta. Perjalanan memakan waktu sekitar dua jam berkendara melewati bypass Denpasar menuju arah Timur Pulau Bali. Melewati beberapa wilayah seperti Padang Bai, Gianyar, dan Klungkung. Pemandangan perbukitan pun menghiasi perjalanan ini.  Persinggahan pertama di Puri Agung Karangasem yang terletak di tengah kota Karangasem. Mirip dengan Kerajaan di Yogyakarta, di komplek istana ini pun terdiri dari beberapa lapisan dimulai dengan kediaman penjaga dan pengabdi istana dan ditengahnya baru terdapat Maskerdam (Istana Raja) yang dibangun oleh Anak Agung Agung Gede Jelantik diakhir abad 19 .

DSCN5557

DSCN5559

DSCN5562

Raja dikenal memiliki kedekatan dengan kerajaan Belanda. Terlihat dari sebuah meja tua bergaya eropa yang terbuat dari marmer yang merupakan hadiah dari Ratu dari Belanda. Didalam istana pengunjung juga bisa melihat kamar tidur raja. Sementara di dinding-dinding bangunan, terpajang puluhan foto-foto tua zaman kejayaan Raja.

DSCN5574

Bale Kambang

Bale Kambang

DSCN5581

DSCN5589

DSCN5592

Terdapat pula bangunan Bale Kambang, ditengah kolam tempat raja melakukan rapat dengan abdi-abdinya. Dijamin anda akan terhanyut dengan atmosfer kejayaan masa lampau.

Taman Ujung Soekasada

Bale Kapal

Bale Kapal di Taman Ujung Soekasada, Karangasem, Bali.

Anak Agung Agung Anglurah Ketut Karangasem, Raja terakhir Karangasem dikenal sangat menyukai seni dan arsitektur, inilah yang membuat istana dan Taman Soekasada (taman peristirahatan) dipenuhi sentuhan arsitektur bergaya Bali, India, Belanda, dan China. Ya, perjalanan berikutnya mengarah ke pantai di Desa Ujung, arah selatan Kota Karangasem tempat berdirinya taman peristirahatan Raja dan keluarganya.

bale

Balai Gili

Tak begitu jauh, hanya memakan waktu 15 menit berkendara karena letaknya yang hanya 6 kilometer dari pusat kota (Puri Karangasem). Anda akan langsung terpana dengan keindahan yang ditampilkan Taman yang dibangun tahun 1919 ini. Taman seluas 9 hektar ini dikelilingi tembok putih yang menjulang tinggi. Keseluruhan tembok dipahat membentuk tokoh-tokoh perwayangan.

DSCN5609

DSCN5617

DSCN5620

Kolam-kolam besar menyebar di keseluruhan taman tersebut. Memasuki kawasan taman, mata anda akan langsung terpana dengan sebuah bangunan ditengah kolam. Bangunan ini disebut Balai Gili karena seolah mengambang di atas air. Bangunan ini merupakan bangunan utama tempat Raja beristirahat dengan keluarganya. Bangunan bergaya Bali dan Eropa ini disambungkan oleh dua jembatan dengan pilar bergaya Eropa.

Mendaki

Mendaki Tangga menuju Balai Kapal

Bale kapal

Balai kapal

Jika ingin pemandangan yang lebih indah, anda harus menaiki beberapa anak tangga ke dataran yang lebih tinggi dari taman ini. Dipuncaknya anda akan disambut Bangunan yang hanya bersisakan Pilar-pilar besar yang disebut Balai Kapal. Lokasi Taman yang berdekatan dengan pantai desa Udjung, membuat pemandangan laut begitu jelas dari Balai Kapal.

pemandangan dari Bale Kapal

Pemandangan dari Balai Kapal

DSCN5628

DSCN5634

Disini, Raja biasa memantau kapal-kapal yang berlalu-lalang di selat Lombok. Ini juga menjadi tempat favorit raja untuk melepas penat, dengan memandangi keindahan Taman Soekasada, Laut yang biru, dan Gunung Rinjani, Lombok dari kejauhan.

Biaya masuk : – Puri Agung Karangasem Rp10 ribu

 Taman Soekasada Rp10 ribu

10 thoughts on “Mengintip Istana dan Taman Peristirahatan Raja Karangasem

  1. Wah..senang sekali ya, berbagi pengalaman, jd teringat suasana bali d tahun 2002 an, ketika bekerja d benoa bali….siiip lah.. By khotim mulakso, tangerang 27 agustus 2014

  2. Kampungku. Masa kecilku malah jalan kaki ke ujung dan mancing diamsterdam di omelin ma yang jaga hehehe. Miss u kampung. 20 tahun ndak pulang. Gunung agung. Telusuri tukad janga dan ramahnya semua banjar dan ingat yang punyah pada rusuh. Seru nontonnya.

  3. sebagai orang bali saya i gusti bagus dhama yasa bangga sebai anak bali yang begitu indah tinggal kita mampu melestarikan seni budaya yang sudah di wariskan ke kita semuga semeton puri ageng kareng asem mampu mempertahan kan budaya lokal dan budaya bali dan sejarah yang sudah di wariskan
    suksema ,
    gusdek

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s