Sensasi Pulang Kampung Di Cinangneng

Juni 2012
* Sebenarnya perjalanan ini aku lakukan bulan Juni 2012 lalu, cuma tidak sempat2 di posting ke blog. Ya, siapa tahu info ini masih bisa membantu yang membaca. 
Anak-anak memandikan kerbau di sungai

Keseruan Anak-anak memandikan kerbau di tepi sungai Cinangneng, di Kampung Wisata Cinaneng, Ciampea, Bogor, Jawa Barat.

 

Anak-anak nampak larut dalam suka cita. Terik matahari yang menyengat dan kaki yang kotor terbenam lumpur sawah sama-sekali tidak dihiraukan mereka. Bersama-sama mereka saling menanam bibit-bibit padi di sebuah lahan persawahan. Ya, pemandangan ini bisa anda temui saat berkunjung di Kampung Wisata Cinangneng, Ciampea, Bogor, Jawa Barat. 
 
Lokasi wisata ini pun cukup mudah untuk dijangkau. Cukup 2 jam berkendara dari Kota Jakarta melalui Tol Jagorawi. Dan sesampainya disana, nuansa perkampungan begitu tersirat, bagaikan pulang ke kampung halaman. Persawahan, pemandangan pegunungan, air mengalir deras dari lekukan sungai dengan tumpukan batu kali yang tercecer,  Taman cantik dengan beragam pohon dan bunga, perkebunan yang luas dan perkampungan sederhana dengan penduduk yang ramah, kesemuanya dapat anda nikmati seketika. Ya, kampung wisata yang sudah berdiri sejak tahun 1993 ini memang menawarkan wisata alam yang berbeda dan unik. Para pengunjung khususnya anak-anak bisa belajar lebih mengenal alam, bercocok tanam, maupun merasakan pengalaman layaknya pulang kampung. 
 
Pertama-tama, kita akan mengikuti tur berkeliling kampung. Perjalanan dimulai dengan menyeberangi jembatan bernama “Pulang Kampungku” sepanjang 20 meter yang membentang diatas sungai Cinangneng. Setelah itu sejenak melewati hamparan pematang sawah, kemudian memasuki Kampung Kondang yang berada berdampingan dengan Kampung wisata Cinangneng.
 
Disini kita bisa berkeliling kampung yang terkenal dihuni oleh banyak perajin lokal yang kreatif. Kita bisa berinteraksi langsung dan berbincang-bincang dengan para perajin tas, perajin produk kulit, jaket, obor dan lainnya. Sekaligus melihat mereka bekerja. Kita pun bisa membeli langsung aneka karya perajin, yang dijual dua hingga tiga kali lipat lebih murah ketimbang membeli di luar (pasar).
 
Puas berkeliling kampung para perajin, perjalanan kembali dilanjutkan dengan mengunjungi lokasi penggilingan padi yang masih di wilayah kampung Kondang. Namun, sebelumnya kita masih harus melewati lahan perkebunan milik penduduk sambil ditemani pemandu-pemandu yang setia yang siap menjelaskan seluk-beluk kampung wisata seluas 8000 meter persegi ini. Mulai dari perkampungan, hingga jenis-jenis tanaman yang nampak sepanjang perjalanan yang dilalui. Setelah itu, barulah pengunjung sampai di penggilingan padi milik warga, disini kita bisa melihat langsung padi-padi digiling, dijemur, hingga dibungkus untuk nantinya di jual. 
 
Perjalanan Tur Kampung ini bisa memakan waktu sekitar 30 hingga 45 menit. Dan semua dilakukan dengan berjalan kaki. Kita dan anak-anak bisa menjadi lebih sehat karena berkeliling dan wawasan pun semakin bertambah. 
 
Memandikan Kerbau
 
Usai berkeliling kampung, para pengunjung pun berkesempatan untuk merasakan menjadi seorang petani. Pengunjung diperkenankan untuk mencoba menanam bibit-bibit padi di pematang sawah yang tersedia. Kita bisa belajar teknik bercocok tanam. 
 
Dan akhirnya, memandikan kerbau di pinggir sungai menjadi ritual yang paling ditunggu-tunggu usai lelah berkeliling. Pengalaman memandikan kerbau memang menjadi ikon kampung wisata ini. Siang itu, anak-anak terlihat begitu antusias memandikan seekor kerbau besar beserta anaknya. Ketakutan pun tidak nampak di raut wajah anak-anak. Mereka begitu suka-cita dengan pengalaman barunya tersebut. Kerbau yang sudah jinak itu terlihat santai berendam di kali, sementara anak-anak asik menggosok punggung kerbau dan menyiramnya dengan air. Sesekali mereka asik bermain air bersama teman-teman mereka. Basah sekujur tubuh pun tidak dihiraukan. Oleh sebab itu, alat elektronik (telepon genggam dan jam tangan) sebaiknya diamankan jika ingin ikut memandikan kerbau ini. Jika beruntung, anak-anak bisa ikut menaiki kerbau. Biasanya anak dibawah kelas 4 sd masih diperbolehkan untuk menaiki kerbau, karena sudah tidak begitu berat. 
“Seru banget memandikan kerbau. Apalagi di kota kita sulit ketemu kerbau. Kita juga bisa banyak belajar soal tanaman-tanaman yang ada disekitar kita,” ungkap Rosi, 12, yang datang bersama teman-teman sekolahnya dari jakarta. 
 
Pengunjung pun bisa melakukan berbagai kegiatan menarik lainnya. Seperti belajar berbagai macam kesenian sunda, salah-satunya belajar bermain angklung. Bertempat di Balai Kampung, salah-satu bangunan di sisi kawasan, selama 30 menit pengunjung bisa bersama-sama belajar bermain alat musik tradisional khas Sunda ini. “Tokecang” dan “Rayuan Pulau Kelapa” menjadi lagu-lagu yang paling difavoritkan untuk dimainkan dan dinyanyikan. Selain itu, pengunjung juga bisa belajar menari jaipong, melukis topi caping (topi lebar khas petani), bermain alat musik gamelan, dan belajar membuat wayang dari daun singkong. Setiap program disediakan khusus makan siang yang lezat, jadi anda tidak perlu takut kelaparan sesudah berkeliling kampung.  
 
Jika ingin menginap, di kawasan ini juga tersedia guest house yang berisi 9 kamar, untuk anda dan keluarga beristirahat. Tak hanya pengunjung lokal, turis mancanegara seperti Belanda dan Jepang pun sering mengunjungi kampung wisata ini. Dan, berkeliling kampung menjadi incaran wisata mereka. Ya, jika ingin merasakan liburan yang berbeda bersama keluarga, Kampung Wisata Cinangneng ini bisa menjadi salah-satu alternatif terbaik anda. 
 
INFO :
 
– Lokasi : Jalan Babakan Kemang, Cihideung udik, Ciampea, Bogor. 
– Program Wisata “Poelang Kampoeng” : Rp115 ribu/ orang (Tur keliling kampung, belajar bermain angklung, gamelan, menari sunda, memanen padi, membuat masakan tradisional, memandikan kerbau, membuat wayang, membuat topi caping,makan siang, kolam renang)
– Program “Saya Pun Berasal Dari desa” : Rp75 ribu/orang (tur kampung, foto memakai pakaian orang desa, makan siang, kolam renang)
– Sebelum berkunjung sebaiknya reservasi terlebih dahulu beberapa hari sebelumnya. 

 * ini harga di bulan Juni 2012, kemungkinan telah ada perubahan harga,tapi ga terlalu banyak. untuk lebih lengkapnya bisa ke http://www.kampoengwisatacinangneng.com/ ^_^

2 thoughts on “Sensasi Pulang Kampung Di Cinangneng

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s