Barikin, Ujung Tombak Topeng Banjar

Banjarmasin, Maret 2013
Tarian Topeng Banjar di Desa Barikin, Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Tarian Topeng Banjar di Desa Barikin, Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Tibalah kami di Banjarmasin, Kota Seribu Sungai. Kali ini, bersama Gelar Cultural Trip bertajuk “The Mask”, kami mencoba menguak tradisi Topeng Banjar, yang kini terancam punah. Perjalanan dimulai dengan mendatangi Desa Barikin, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan. Disinilah, kampung para seniman Topeng Banjar yang Tersisa. Kami pun harus menempuh perjalanan sejauh 135 kilometer dari Kota Banjarmasin. Setelah 2,5 jam perjalanan darat, kami pun tiba di desa Barikin ini. Nuansa tentram dan damai begitu kental terasa. 
 
Astaliah, Sang Maestro
Nenek Astaliah yang kini berusia 117 tahun. Maestro Tari Topeng Banjar yang Tersisa.

Nenek Astaliah yang kini berusia 117 tahun. Maestro Tari Topeng Banjar yang Tersisa.

Sambil menunggu pergelaran tari yang akan dimulai nanti malam, terlebih dahulu kami menemui Sang Maestro Tari Topeng Banjar. Senyuman Nenek Astaliah menyambut kami dengan hangatnya. Alangkah terkejutnya kami, saat mengetahui usianya ternyata menginjak 117 tahun.
KTP Nenek Astaliah. Kelahiran tahun 1895.

KTP Nenek Astaliah. Kelahiran tahun 1895.

 

Copy of banjarmasin 059

Meski lahir di tahun 1895, perempuan yang sudah menari sejak berusia 15 tahun ini, masih memiliki ingatan yang kuat. Nenek Astaliah, masih bisa mengingat nama-nama topeng, dan bercerita soal topeng kesayangannya. Ia pun, memperlihatkan beberapa topeng yang dimilikinya dan ia satu-satunya maestro yang mampu memainkan beragam karakter topeng Banjar. Saat usianya menginjak 70 tahun, ia berhenti menari. Sayangnya, anak maupun cucu-cucunya tidak ada yang tertarik untuk meneruskan jejaknya sebagai penari. Saat kami bertanya apa rahasia dibalik umurnya yang panjang, nenek hanya menjawab. “Shalawat, Shalawat, terus Shalawat Nabi,” sambil tersenyum. 
Turun Temurun
syarbain

Syarbain memperlihatkan beberapa Topeng Banjar Warisan Datu Taruna

 

Syarbaini, 58, Pemimpin Sanggar Seni Tradisional Ading Bastari Barikin yang juga generasi keenam Datu Taruna (moyang yang mewarisi topeng Banjar) memperlihatkan pada kami beberapa Topeng Banjar yang telah berusia empat abad. Terakhir yang pernah menggunakan adalah Astaliah. Karakternya antara lain Ranggajiwa, Pamindo, Patih, Pantul, Hambam, Kelana, Penambi, Panji, Tumenggung. Karakter topeng Banjar didominasi warna putih. Dipercaya, topeng-topeng beragam karakter ini memiliki ruh kayu tersendiri yang mendiaminya. Inilah yang kerap membuat penari kerasukan. 
Topeng Banjar berusia ratusan tahun

Topeng Banjar berusia ratusan tahun

 
Topeng Banjar, sendiri merupakan warisan dari Datu Taruna, pelatih karawitan di Kerajaan Dipa sampai masa Kerajaan Daha pada abad ke-14 silam. Saat terjadi pergolakan kerajaan, Datu Taruna mengasingkan diri ke daerah yang saat ini dinamakan Barikin. Disinilah, secara turun-temurun, generasi ke generasi, Tradisi topeng Banjar ini terus diperjuangkan untuk dilestarikan. 
Tarian Topeng Banjar di Desa Asal
 
Aneka sesaji dipersembahkan kepada leluhur.

Aneka sesaji dipersembahkan kepada leluhur.

Tepat pukul 9 malam, bertempat di ruang sebuah Sekolah Dasar di desa ini, pertunjukkan pun dimulai. Terlihat aneka sesaji terpajang di tengah ruangan. Selanjutnya, tetua adat melantunkan doa memohon restu nenek moyang. Maklum, Tarian ini tidak bisa sembarangan ditarikan, biasanya hanya pada acara adat tertentu untuk menolak bala. Nuansa kesakralan begitu kental terasa.
Upacara pun imulai

Memohon restu kepada Sang Leluhur, sebelum memulai tarian 

 

Copy of banjarmasin 093

banjarmasin 110

Copy of banjarmasin 119
Alunan musik karawitan dimainkan para pemuda ber-Laung. Kemuian, masuklah empat remaja perempuan, lengkap dengan kostum Kida-kida khas Banjar dan topeng putih diwajah membuka acara.
Para Pamindo

Para Pamindo

banjarmasin 244
Mereka para Pamindo, yang berkarakter keriangan dan kegembiraan. Meski, masih terbilang muda, mereka begitu luwes menari. Selanjutnya, seorang, ibu-ibu paruh baya, tampil solo, menarikan karakter topeng Patih, yang lebih gagah perkasa. Para penari masih memiliki hubungan saudara. Pasalnya,berdasarkan wasiat Datu Taruna, hanya para keturunannyalah yang boleh menarikan tarian ini. Kini, di Barikin hanya tersisa empat remaja inilah yang mau belajar dan meneruskan seni tari leluhurnya ini. Tarian begitu hikmat, mengalun syahdu dengan gamelan Banjar dan nuansa malam hari yang menguatkan nuansa misterius dari tarian sakral ini. Masyarakat sekitar pun tumpah ruah, menyaksikan. 
Copy of banjarmasin 254
Copy of banjarmasin 227
banjarmasin 203
 
Copy of banjarmasin 159
s

Seorang ibu menarikan Topeng Patih

Copy of banjarmasin 305
Copy of banjarmasin 318
“Menonton langsung tarian dan tradisi langsung dari Desa aslinya,membuat feelnya lebih dapat. sambutan hangat masyarakat, bertemu dengan sang maestro, melihat tarian mereka, memakan makanan mereka, menjadi pengalaman yang unik dan tidak terlupakan,” ungkap Sri Wahyuni, 72, turis asal jakarta yang turut serta dalam perjalanan kali ini.
 banjarmasin 332
Copy of banjarmasin 336
Copy of banjarmasin 341
Ya, perjalanan kali ini memang memberikan pengalaman tersendiri dan pembelajaran yang besar akan perjuangan dan rasa cinta akan tradisi leluhur. Dan ternyata masih banyak tradisi, adat, budaya nenek moyang kita yang belum banyak terekspos, namun justru tengah terancam kepunahan. 
 
_Info_
 
TRIP-ONLY Rp. 2.200.000,- /orang (sharing 1 kamar berdua)
Biaya sudah termasuk : Transportasi lokal, akomodasi 2 hari 1 malam, makan selama trip, narasumber lokal dan donasi keberlangsungan dan keberlanjutan seni budaya tradisi.

4 thoughts on “Barikin, Ujung Tombak Topeng Banjar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s