Mae Fah Luang, Cinta Kasih Ibu Suri (Thailand)

 Mae Fah Luang Garden

Mae Fah Luang Garden

Febuari 2012

Puas mengeksplor daerah perbatasan Segitiga Emas dan Museum Sang Jendral Candu, kami pun merapatkan kendaraan kami menuju daerah pegunungan Doi Tung, yang letaknya sekitar 70 kilometer  dari pusat Kota Chiang Rai. Dibalik pegunungan ini terdapat taman cantik yang bernama “Mae Fah Luang Garden”, salah-satu destinasi wisata yang tidak boleh anda lewatkan saat berkunjung ke Tanah Chiang Rai.

Dulu, Doi Tung merupakan kawasan gersang yang hampir keseluruhannya dipenuhi ladang opium.  Tapi kini, semua berubah drastis. Anda akan berdecak kagum saat mengunjungi pegunungan Doi Tung ini, terutama Mae Fah Luang Garden.  Ladang opium kini berubah menjadi taman-taman indah dengan ratusan bunga cantik, dengan desain taman (landscape) yang mengaggumkan.

DSCN8469

Berjalan menelusuri taman

Berjalan menelusuri taman

DSCN8482

Lebih dari 400 jenis bunga dan pepohonan besar ditanam di taman Mae Fah Luang ini. Ada yang tanam ditanah, digantung dalam sebuah pot-pot aneka ukuran dan bentuk, beberapa di green house, dan ada yang dibentuk aneka gaya dengan nilai seni yang tinggi. Anda bisa menyelusuri taman yang terdiri dari medan perbukitan kecil, melewati tangga, track bebatuan, jembatan-jembatan bambu, dan lainnya. Siang itu, udara begitu sejuk. Beberapa turis mancanegara terlihat asik berkeliling menikmati keindahan taman. Ada yang asik berjalan santai, berpose mengamadikan moment, atau duduk-duduk santai.

Taman Berarsitektur Cantik

Desain Taman nan Cantik

DSCN8524

Banyak tempat bagus untuk berpose, ga akan bosan-bosan

Banyak tempat bagus untuk berpose, dijamin tidak akan bosan

DSCN8504

DSCN8499

DSCN8518

Beberapa tanaman langka juga bisa anda lihat disini. Beragam jenis anggrek, kantung semar, sweet osmanthus, impatiens new guinea, auspicious gaereb, mawar-mawar ukuran besar, dan lainnya. Terbagi menjadi beberapa zona antara lain, Winter, flower garden, Rock Garden, dan Foliage Garden. Dengan keindahannya, taman ini membuat anda seolah berada di surga dunia.

DSCN8511DSCN8538

DSCN8536

 

DSCN8522

DSCN8521

Tak hanya itu, Disini juga terdapat Doi Tung Royal Villa (peristirahatan Ibu Suri) yang terbuka umum, dengan suguhan taman yang juga cantik. Objek ini terletak berdampingan dengan Mae Fah Luang Garden, yang bisa anda tempuh dengan berjalan kaki. Tak ketinggalan, Mae Fah Luang Arbotretum, didalamnya terdapat hall of Inspiration, semacam museum dimana pengunjung dapat mengetahui proses kesuksesan perubahan di kawasan Lumbung opium Doi Tung dan sekitarnya.

DSCN8413

DSCN8414

Mempelajari bagaimanan kesuksesan perubahan Doi Tung

Mempelajari bagaimanan kesuksesan perubahan Doi Tung

Berderet Cafe-cafe untuk anda bersantai

Berderet Cafe-cafe untuk anda bersantai

DSCN8456

Beberapa hasil produksi dari Doi Tung Development Project yang dimotori Mae Fah Luang Foundation pun dijual disini. Jika ada yang tertarik membeli tanaman-tanaman unik, juga terdapat beberapa toko bunga. Beberapa cafe juga berderet di sepanjang jalan raya Mae Fah Luang yang juga dipenuhi pot-pot bunga cantik ditengah jalannya.

Berburu beragam oleh-oleh khas Doi Tung

Berburu beragam oleh-oleh khas Doi Tung

DSCN8446

Ayo belanja tanaman hias cantik

Ayo belanja tanaman hias cantik

416932_3340503555164_1574131071_n

Mae Fah Luang  berarti Yang Mulia Yang Turun Dari langit. Nama, tersebut diambil dari kerja-keras Ibu Suri di tahun 1988, yang selalu turun dengan helicopter ke pegunungan doi Tung (kala itu tanpa akses jalan) untuk mengatasi permasalahan opium di gunung ini.

Ibu Suri Srinagarindra

Ibu Suri Srinagarindra

Pegunungan yang letaknya berdekatan dengan perbatasan segitiga emas ini, membuat kawasan ini dikenal multi etnik. Terdapat enam suku gunung di disini, antara lain Suku Akha dengan baju berhiaskan perak, Palong yang berkuping besar dengan anting besar, Lu Mien Yao  dari China, dan yang paling beda adalah suku Karen berleher  panjang (dibelit logam). Selain bisa ditemui di desa masing-masing, beberapa bisa ditemui karena menjadi pekerja di Mae Fah Luang, bahkan beberapa berjualan cendramata di sekitar Mae Fah Luang.

Bareng ibu2 Suku Akha

Bareng ibu2 Suku Akha

Ya, berkeliling kawasan Segitiga Emas memang menjadi pengalaman unik yang tidak terlupakan. Melihat dan merasakan transformasi dari sebuah pegunungan tandus dan miskin di masa lampau, berubah menjadi pegunungan indah yang menawarkan kedamaian dan ketentraman didalamnya.

Info:

Untuk memasuki Mae Fah Luang Garden pengunjung dikenakan tiket sebesar 50 bath (Rp15 ribu), Hall Of Inspiration 90 bath, dan Doi Tung Royal villa 90 bath. Terdapat paket hemat yang ingin sekaligus tiga tiket tersebut yakni 190 bath (Rp57 ribu).

DOI TUNG, Perjuangan Melawan Opium

Pegunungan Doitung yang dulu kritis dan menjadi ladang opium, kini berubah menjadi pegunungan hijau nan subur

Pegunungan Doitung yang dulu kritis dan menjadi ladang opium, kini berubah menjadi pegunungan hijau nan subur

Mengubah Doi Tung tidak semudah membalikkan telapak tangan. Doi Tung di masa lalu dikuasai oleh Khun Sa, yang merupakan seorang Jenderal dan panglima perang Burma yang memiliki pasukan sendiri untuk memerangi komunis di Myanmar. Mulai tahun 1963, Khun Sa beserta ribuan pasukannya menguasai wilayah Doi Tung seluas 150 kilometer persegi tersebut. Doi tung merupakan wilayah pegunungan yang gersang dan kritis. Khun Sa pun mengarahkan masyarakat disana untuk menanam opium dan Khun sa memonopoli pembelian seluruh panen opium disana. Ia juga turut mengatur jalur peredaran dan distribusi opium dari segitiga emas (The Golden triangle) ke dunia. Wilayah ini pun menguasai 75% pasokan opium ke dunia. 
 
Jendral Khun Sa

Jendral Khun Sa

Selama bertahun-tahun percobaan memerangi kekuasaan opium Khun Sa terus dilancarkan. Mulai dari penangkapan, percobaan pembunuhan atas desakan US Drug Enforcement Agency, dakwaan penyelundupan opium internasional dan berbagai upaya lainnya dilancarkan. Berujung di tahun 1996, Khun Sa akhirnya menyerah kepada pemerintah Burma. 
 
Kondisi masyarakat pun kian kritis. Di tahun 1988, Ibunda Raja Thailand Bhumibol, Ibu Suri Srinagarindra terjun langsung ke pegunungan yang berada di wilayah Chiang Rai, utara Thailand ini. Medan yang berat tanpa akses jalan, membuat Ibu Suri selalu menggunakan helicopter untuk sampai ke desa-desa. Ibu suri melihat permasalahan kemiskinan, kesehatan, dan ketergantungan opium membelenggu masyarakat yang terdiri dari enam etnik yang berbeda ini. 
 
Dimotori Mae Fah Luang (MFL) Foundation yang dibentuk Ibu Suri dibawah naungan Kerajaan Thailand, berbagai aksi dilancarkan dengan pendekatan yang halus namun tegas. Kesehatan menjadi perhatian utama. Pertama, secara bertahap warga direhabilitasi untuk menghilangkan ketergantungan masyarakat terhadap penggunaan opium. Pasalnya, hampir 572 ribu penduduk disini tak hanya menanam tapi juga menjadi pecandu opium. 
 DSCN8384
Lewat Doi Tung Development Project, langkah yang penting pun dilakukan, yakni reforestasi ladang-ladang opium. Potensi alam dipelajari, tak hanya sekedar dimusnahkan, ladang opium pun diubah menjadi lahan-lahan pertanian dan perkebunan. Irigasi segera dibentuk untuk mendukung pertanian dan keseharian masyarakatnya. Kopi dan pohon macademia (salah-satu kacang termahal di dunia) yang cocok tumbuh disini, dan memiliki nilai manfaat dan jual tinggi dipilih menjadi komoditas utama. Masyarakat yang semula bertani opium, berubah menjadi petani-petani kopi, macademia, dan tanaman lainnya. Potensi kerajinan tradisional pun dikembangkan, prasarana, seperti sekolah, rumah sakit, jalan, dan lainnya pelan-pelan dibangun. Seluruh strategi development project memiliki target 30 tahun. Namun, berkat keseriusan berbagai pihak hanya dalam waktu 12 tahun, keberhasilan sudah mulai tercapai. 
Dahulu menanam opium kini menjadi Penenun

Dahulu menanam opium kini menjadi Penenun

 DSCN8346
DSCN8357
Kini, opium benar-benar terhapus dari tanah Doi Tung. Pegunungan yang semula gersang dan dipenuhi opium, berubah menjadi pepohonan hijau yang subur. Tahun, 1993 pabrik-pabrik secara bertahap dibangun. Doi Tung Development Project seluas 8 hektar tersebut yang berjarak 70 kilometer dari kota Chiang Rai ini, kini memiliki lima pabrik, yakni pabrik keramik, pabrik kertas, pabrik penenunan kain tradisional Doi Tung, pabrik ceremix dan pabrik pengolahan kopi dan Macademia.
Aneka produk dari para petani Doi Tung

Aneka produk dari para petani Doi Tung

Sebisa mungkin, produk-produk tidak dijual mentah dibuat hingga kemasan terakhir (finishing) untuk menaikkan nilai jual. Contohnya kopi, dibuat . Pasar penyerapannya pun disediakan, mulai dari toko-toko  dengan brand “Doi Tung Lifestyle” yang tersebar di beberapa daerah di Thailand, memasarkan berbagai propduk dari Doi Tung. Keramik pun menjadi pemasok bagi Ikea, sebuah perusahaan meubel kelas dunia asal Swedia.
Pemuda-pemudi Doi Tung membuat aneka produk Keramik, yang kebanyakan diekspor keluar negeri

Pemuda-pemudi Doi Tung membuat aneka produk Keramik, yang kebanyakan diekspor keluar negeri

 
Aneka produk keramik Doi Tung

Aneka produk keramik Doi Tung

DSCN8367
Tak perlu mencari mata pencaharian diluar, tiga generasi keluarga, para orang tua dan muda-mudi bekerja di kawasan Doi Tung ini. Para wanita pun diperdayakan secara maksimal. Ada 1700 pekerja, dan hampir seluruhnya merupakan warga asli Doi Tung. 
 
Doi Tung pun berubah menjadi objek-objek wisata terkenal yang jadi incaran wisatawan. Ladang-ladang opium disulap menjadi Mae Fah Luang Garden, taman cantik dengan lebih dari 400 jenis tanaman dan bunga, dengan dekorasi taman yang indah.
DSCN8505 DSCN8714 DSCN8619
Terdapat pula Hall of Opium, bangunan yang berisi sejarah opium di dunia, dan pelajaran akan jahatnya opium dan upaya penyadaran masyarakat dan penurunan demand opium. Rumah kediaman Khun Sa yang berada di pegunungan Doi Tung pun tidak dihancurkan dan dimuseumkan. Agar masyarakat lokal dan mancanegara yang berkunjung dapat mempelajari sejarah Doi Tung. Sementara daerah The Golden Triangle berubah menjadi objek wisata favorit wisatawan asing ditengah perbatasan Laos dan myanmar. 

Perjuangan melawan opium membuahkan hasil. Masyarakat semakin sejahtera dan mandiri dengan pendapatan rata-rata dari semula 5000 bath pertahun, meningkat menjadi rata-rata 30 ribu bath per tahun per kepala. Jika Lamteuba (Aceh) atau Mandailing Natal (Sumatera Utara), yang saat ini masih terjerat sebagai daerah sumber ladang ganja Terbesar di Indonesia dan salah-satu Asia ingin Terbebas. Harus banyak belajar perjuangan dari Doi Tung yang mampu berhasil bebas dari jeratan opium.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s