The Golden Triangle Thailand

Febuari 2012

 DSCN8695

The Imperial Golden Triangle at Chiang Rai, Thailand

The Imperial Golden Triangle at Chiang Rai, Thailand

The Golden Triangle atau Segitiga Emas Thailand. Siapa saja yang mendengar sebutan ini, pikirannya akan langsung terbayang pada perbatasan rawan konflik yang populer juga sebagai lokasi perdagangan narkoba dan lumbung opium (bahan baku narkoba) Terbesar di Dunia. Ya, kawasan pegunungan yang berada di perbatasan utara  Thailand ini memang pernah menjadi sejarah kelam negara yang ‘Gajah Putih’ ini.  Bersama dengan tetangganya Laos dan Myanmar, yang membentuk Segitiga Emas, pegunungan ini menjadi penghasil 75% pasokan opium dunia.  Namun, siapa sangka kawasan ini telah berhasil terbebas dari belenggu opium dan berubah menjadi lokasi wisata incaran para pelancong lokal maupun wisatawan mancanegara.

DSCN8717

DSCN8718

Jika anda berharap akan menemui lokasi yang kritis dan ekstrem seperti halnya kondisi di masa lalu, bersiaplah kecewa. Karena kawasan  The Golden Triangle (segitiga Emas) ini sudah berubah total dan justru menawarkan sensasi wisata yang mengaggumkan. Bagi yang ingin mencari wisata yang berbeda dibandingkan pantai-pantai eksotis Thailand, tempat ini menjadi pilihan yang tepat.  Lokasi ini berjarak 70 kilometer atau dua jam berkendara dari pusat Kota Chiang Rai dan mengarah ke pegunungan utara menuju Chiang San. Sesampainya di lokasi The Imperial Golden Triangle, pemandangan indah langsung terpajang. Nuansa kedamaian begitu kental terasa menyambut kedatanganku.

Berfoto diatas Lambang Chiang Rai

Berfoto diatas Lambang Chiang Rai

DSCN8762

DSCN8725

Sepasang patung gajah berukuran besar menjadi pusat monumen The Imperial Golden Triangle yang menjadi titik segitiga perbatasan antara Thailand, Laos, dan Myanmar tersebut.  Pilar-pilar besar bendera (thong) lambang kerajaan dengan nuansa serba emas menyala nampak memukau mata. Para wisatawan asing terlihat asik mengagumi dan sesekali mengabadikan diri didepan monumen tersebut.  Sementara dipuncak antara patung gajah terdapat tempat yang bisa dinaiki para pengunjung yang ingin berfoto diatas patung.  Disini, tidak dipungut bayaran, namun jika ingin menaikinya sebaiknya memberikan sumbangan seikhlasnya di kotak amal yang disediakan.

Anak-anak kecil dan gurunya berputar dibawah patung Gajah memohon Doa dan keberuntungan :)

Anak-anak kecil dan gurunya berputar dibawah patung Gajah memohon Doa dan keberuntungan🙂

Anak-anak asik bersantai

Anak-anak asik bersantai

Sementara dibagian bawah patung gajah, pemandangan menarik muncul. Seorang guru dan beberapa muridnya yang duduk di taman kanak-kanak yang juga berwisata kesini, terlihat memutari bagian bawah patung Gajah yang menjadi lambang suci negara ini.  Ya, di monumen Gajah ini ternyata terdapat kepercayaan tersendiri.

“Setiap pengunjung yang memutari patung ini selama tiga kali akan bernasib baik. Dimana, putaran pertama dipercaya untuk menarik hoki (keberuntungan), kedua untuk umur panjang, dan terakhir membuang berbagai sial,” ungkap salah-satu warga Thailand yang saya temui disana.

Penasaran, aku pun akhirnya ikut mencoba berputar patung itu selama tiga kali.  Ya, iseng-iseng,  istilahnya belum ke Golden Triangle namanya jika belum mencoba ritual ini. ^_^

Ikutan muter 3 kali biar Hoki,,,heheheh :p

Ikutan muter 3 kali biar Hoki,,,heheheh :p

DSCN8777

Puas mengeksplor Monumen Gajah tersebut, aku pun menghampiri bagian belakang monumen. Pemandangan indah Sungai Mekong yang merupakan sungai terpanjang ke-12 di dunia langsung tersaji di hadapan. Dengan panjang 4909 km, sungai raksasa yang tenang ini melewati beberapa negara dan dipertemukan bersama sungai Sop Ruak dan menjadi pembatas utama ketiga negara segitiga emas ini.

The Golden Triangle, perbatasan Thailand, Myanmar, dan Laos.

The Golden Triangle, perbatasan Thailand, Myanmar, dan Laos.

 

Kapal-kapal nampak berlalu-lalang di sungai besar tersebut. Menariknya, hanya dengan merogoh kocek 100 Baht (sekitar Rp 30.000) per orang, anda bisa langsung menyeberang sungai menggunakan perahu dan menginjak tanah Laos yang berada disebrang sungai Mekhong tersebut. Tapi, anda hanya bisa singgah sebentar di tepi sungai di sisi Laos. Pasalnya, untuk lebih masuk kedalam negara ini, harus menyiapkan paspor dan perijinan tertentu.

Anda bisa menyebrang dengan perahu kecil, dan sejenak singgah di Laos..

Anda bisa menyebrang dengan perahu kecil, dan sejenak singgah di Laos..

Mengintip perbatasan lewat Teleskop,,

Mengintip perbatasan lewat Teleskop,,

Tak perlu menyebrang, anda pun juga bisa langsung melihat Laos dari kejauhan, dengan menyewa belasan Teleskop yang terpajang di beberapa titik di kawasan ini. Dengan merogoh kocek 5 bath anda sudah bisa langsung menggunakannya.

Kuil diatas perahu besar berornamen kepala naga. Diatasnya patung Budha besar setinggi 46 meter.

Kuil diatas perahu besar berornamen kepala naga. Diatasnya patung Budha besar setinggi 46 meter.

Salah-satu yang menarik perhatian disini adalah kuil yang berada ditepi sungai besar Mekong. Kuil ini berada di sebuah bangunan yang menyerupai perahu besar dengan ornamen kepala naga diujung perahu dan sentuhan warna-warna yang cerah. Sementara diatasnya terdapat patung Budha besar berwarna emas setinggi 46 meter. Baik penganut Budha, maupun kepercayaan lainnya, bebas untuk memasuki kuil. Namun sebaiknya membunyikan gong yang terletak di pintu masuk sebagai bentuk penghormatan. Kawasan ini memang menawarkan atmosfer yang damai. Suasana yang sejuk dan tentram, dengan alunan doa-doa terdengar membahana, dipanjatkan dari beberapa kuil yang berada di sekitar lokasi ini.

DSCN8730

DSCN8732

DSCN8734

 DSCN8735

Nah, jika ingin melihat kawasan perbatasan lebih jelas, anda bisa menuju bukit Petiti Kamas, yang letaknya hanya berjarak tempuh 5 menit berkendara dari Monumen Golden Triangle. Disini, anda bisa puas menikmati keindahan pemandangan Sungai Mekong dari ketinggian. Tak ketinggalan, berburu oleh-oleh yang dijual pedagang di sekitar bukit.

Mekong River

Mekong River

DSCN8703

Jika anda ingin berbelanja berbagai handmade khas pegunungan utara, terdapat ratusan toko oleh-oleh yang berderet rapih sepanjang Jalan utamanya. Anda bisa berburu aneka souvenir khas Chiang Rai dan Thailand.

DSCN8773

Berburu Oleh-oleh

Berburu Oleh-oleh

DSCN8721

Anda bisa dengan bebas memilih oleholeh, mulai dari berbagai kaos, baju-baju khas suku pegunungan, berbagai asesori mulai dari gantungan kunci, gelang-gelang, dan lainnya. Semua dijual dengan harga miring alias murah dan bisa dengan bebas ditawar. Berbagai jajanan murah meriah juga ditawarkan disini. Sensasi wisata diujung perbatasan utara Thailand ini memang menjadi pengalaman wisata unik dan tidak terlupakan. Dan The Golden Triangle, hanya satu dari sekian banyak destinasi wisata seru yang bisa anda nikmati di Chiang Rai. ^_^

Sunset at Chiang Rai

Sunset at Chiang Rai

2 thoughts on “The Golden Triangle Thailand

    • halo,hmm,,saya ke chiang rai sekitar dua tahun lalu, dan kebetulan mengikuti rombongan dalam tugas diluar wisata, dan ulasan ini hanya selingan saya.jadi saat itu, saya hanya fokus mengangkat objek wisatanya, dan tak banyak menanyakan info akomodasi menuju golden triangle.Tapi sepengetahuan saya, dari pusat kota chiang rai bisa ditempuh sekitar 2 jam-an. dan di kota chiang rainya ramai, sepertinya ada angkutan umum atau bis yang menuju kesana. bisa ditanya ke penginapan atau masyarakat sekitar. jika ingin mudah, bisa juga menyewa mobil, jikalau berombongan. dengan begitu bisa sekalian diantar juga ke museum opium, Mae Fah luang garden, atau ke museum jendral khun sa. Jadi bisa lebih puas mendalami sejarah golden triangle ini. sory tak banyak membantu, semoga info ini sedikit memberikan gambaran. ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s