Punthuk Setumbu, Sisi Lain Borobudur (Magelang)

Juni 2012

Candi Borobudur berselimut kabut , nice... ^_^

Candi Borobudur berselimut kabut , nice… ^_^

Perlahan-lahan Matahari mulai mengintip dibalik Gagahnya Gunung Merapi. Warna keemasan mulai menyinari, memecah tebalnya kabut pagi. Dari kejauhan terlihat Stupa Borobudur menyeruak dari selimut kabut. Pemandangan indah ini bisa anda nikmati dari atas bukit bernama Punthuk Setumbu.

Saat menginjakkan kaki di magelang, kami memutuskan untuk menikmati Candi Borobudur dari sisi lain. Dan Phuntuk Setumbu menjadi pilihan utama kami. Pukul 4 pagi, kami pun berangkat menuju arah barat Candi Borobudur. Kami begitu bersemangat sekaligus penasaran akan kesohoran Punthuk Setumbu ini. Saking populernya, Cnngo, situs Traveling CNN bahkan menetapkan Borobudur Sunrise di urutan pertama dalam daftar “27 tempat wisata yang akan mengingatkan Anda bagaimana Bumi luar biasa”. Dan Phuntuk Setumbu menjadi buah bibir di dunia.

Hanya memakan waktu 15 menit berkendara, sampailah di kaki bukit di Desa Karangrejo ini. Namun, anda masih harus berjalan kaki sekitar 500 meter (20 menit), menelusuri jalan setapak menuju bukit. Sesampainya disana, beberapa pengunjung ternyata sudah ada yang tiba duluan. kebanyakan dari mereka para pecinta fotografi, yang menunggu dengan sabar momen Borobudur Nirwana Sunrise ini. Sambil menunggu matahari terbit, anda bisa duduk beberapa kursi kayu dan gazebo yang disediakan disini.

Menunggu Sunrise

Menunggu Sunrise

Awalnya pemandangan begitu gelap, langit masih biru tua bahkan cenderung keabu-abuan. Namun, momen sebelum matahari terbut inilah yang menjadi incaran para fotograper. Disini anda bisa menangkap gambar atau melihat Borobudur berselimut kabut berlapis dengan nuansa warna biru keabuan, begitu indah. Nah, menginjak pukul 5 pagi, beberapa pengunjung mulai banyak berdatangan, kebanyakan dari mereka justru turis mancanegara.

Borobudur Nirwana sunrise at Punthuk Setumbu Hill

Borobudur Nirwana sunrise at Punthuk Setumbu Hill

Akhirnya, saat yang dinanti tiba, pelan-pelan matahari mulai terbit dari balik Gunung Merapi dan Merbabu yang saling berdampingan. Warna keemasan pecah menerangi candi borobudur dan daratan hutan yang berada dibawahnya. Permainan warna emas dari matahari, putih dari kabut, awan , hitam dari bayangan hutan, begitu terpadu mengaggumkan. Pengunjung terlihat begitu menikmati keindahan alam ciptaan Sang Pencipta.

Fotograper, kameramen, dan pengunjung terhipnotis dengan keindahan Sunrise

Fotograper, kameramen, dan pengunjung terhipnotis dengan keindahan Sunrise

“Tempatnya menyenangkan, dan terlebih pemandangannya begitu indah. matahari terbit, gunung, kabut, semua indah,” ungkap Regina, 28, wisatawan asal Jerman yang sedang menikmati keindahan Borobudur.

Turis mancanegara memenuhi bukit

Turis mancanegara memenuhi bukit

Sambil menikmati keindahan matahari terbit dan Candi Borobudur berselimut kabut, secangkir teh dan kopi panas yang ditawarkan pengelola siap menemani anda dan mengusir dinginnya udara pagi.

Candi Borobudur di pagi hari ^_^

Candi Borobudur di pagi hari ^_^

Nah, ritual berikutnya bagi turis mancanegara, biasanya usai menikmati borobudur di Punthuk Setumbu, langsung merapat menuju Candi Borobudur. Kami pun berkeliling Candi Borobudur. langit biru begitu cerah, udara hangat menyenangkan, sisa-sisa kabut masih menyelimuti hutan. Tak ketinggalan, megahnya bangunan Candi Borobudur, Rangkaian stupa, dan relief-relief candi, yang tak pernah bosan membuat decak kagum para pengunjungnya. Selain berkeliling, anda juga bisa berkeliling kawasan candi dengan bersepeda.

471307_4353840127945_943178082_o 471095_4353830727710_1129391592_o

614421_4353823607532_662921605_o 338696_4353825047568_519716348_o

413278_4353843288024_672085692_o 266151_4353844048043_719285965_o

-Info-

– Tiket masuk : Rp15 ribu/orang

– sebaiknya sebelum pukul 4.30 pagi sudah berada di Punthuk Setumbu, agar tidak ketinggalan moment matahari terbit.

– Jika tidak ada kendaraan, anda bisa menyewa ojek warga setempat biasanya sekitar Rp50 ribu (pulang-pergi). Atau menyewa mobil Rp100 ribu.

– Bagi para pecinta fotografi sebaiknya membawa dan tripod, agar pengambilan gambar bisa lebih optimal.

– Bawalah Jaket karena udara di bukit cukup dingin.

___Candi Borobudur___

– Jam buka 6 pagi-17.00

– Tiket masuk: Rp30 ribu

– Sebaiknya datang di pagi hari, agar lebih nyaman berkeliling dan menghindari teriknya matahari siang hari.

– Dilarang mencoret, menginjak, merusak bangunan candi.

– Sewa sepeda Rp10 ribu/30 menit.

Berkeliling Desa Wisata Borobudur

Keluarga turis dari Belgia berkeliling desa Candiredjo.

Keluarga turis dari Belgia berkeliling desa Candiredjo. Mereka mencoba membuat baling-baling dari ranting pohon singkong.

Nah, jika anda ingin pengalaman menarik lainnya bersama keluarga, anda bisa mengunjungi beberapa desa wisata yang tersebar di sekitar Borobudur. salah-satu yang bisa anda kungjungi adalah kawasan Desa Wisata Candiredjo yang terletak 2,5 dari candi Borobudur.

Siang itu, Christian Denoyelle, 32, Ilse Denoyelle, 33 tahun beserta anak-anaknya terlihat begitu antusias menelusuri desa dengan delman (dokar). Pertama, kusir berpakaian khas jawa itu, mengantar mereka ke dusun Palian mengunjungi kebun-kebun warga. Beberapa tanaman pepohonan khas kampung pun seperti singkong, pepaya, dan lainnya dikenalkan oleh pemandu setempat. Bahkan, Elin, 11 tahun dan Margot, 7 tahun, kedua putri Cris begitu senang saat tahu daun putri malu yang mampu menguncup saat tersentuh dan membuat baling-baling dari ranting pohon singkong.

Setelah itu, mereka pun mengunjungi industri rumahan warga, tempat pembuatan kerupuk Selondok khas Candi rejo. Disini, anda bisa melihat pembuatannya, dan ikut mencoba menggoreng bahkan mencicipi kerenyahan kerupuk gurih ini.

Kerupuk

Mengamati pembuatan selondok (kerupuk lezat khas candiredjo). Bisa dicoba dan dibeli langsung lohh..

Sungai Sileng pun menjadi kunjungan berikutnya. Anak-anak terlihat asik menyebrangi jembatan bambu. Sementara, orangtua asik melihat para ibu-ibu yang asik mencuci dipinggir sungai. Puas bermain di sungai, kelurga ini pun mengunjungi rumah tradisional Limasan. Selain mengenalkan, bangunan tradisional khas jawa ini.

412469_4353861648483_214796125_o

Disini, Pengunjung pun bisa mencoba bermain gamelan selama 30 menit. Pemandu akan melatih nada-nada sederhana, yang mampu menjadi alunan musik indah. Akhirnya, mencicipi teh gula jawa, ditemani aneka cemilan seperti onde-onde, klepon, dan lainnya sambil duduk santai di Limasan menjadi, penutup rangkaian wisata unik kali ini. dan duduk santai di Limasan menjadi, penutup rangkaian wisata unik selama 1,5 jam ini.

“Kami bisa menangkap dengan jelas image Indonesia di kampung ini, tenang, ramah, begitu tradisional. Jauh berbeda dengan gambaran kota besar Jakarta. Anak-anak pun sangat senang, dan jadi pengalaman unik untuk mereka,” ungkap Christian saat menyaksikan putri-putrinya bermain Gamelan.

Selain, Dokar tour anda juga bisa mencoba beberapa paket lain yang ditawarkan. Seperti paket melihat matahari terbit di bukit Watu Kendil, menelusuri sungai dengan getek, melihat beragam kerajinan tangan, dan lainnya. Anda juga bisa menyewa sepeda ontel untuk berkeliling sendiri menelusuri kawasan pedesaan. Disini, anda bisa mengecap pengalaman kehidupan kampung. Termasuk memperkenalkan kehidupan kampung yang sarat nilai kesederhanaan, tradisi, budaya, yang sulit ditemui di kota besar kepada anak-anak.

-Info-

– Jam buka 8pagi -8 malam (Setiap hari)

– Paket Dokar Tour :  Rp97.500 / perorang (lokal), Rp150 ribu (turis asing).

– Sebelum berkunjung lebih baik reservasi terlebih dahulu, 1 jam sebelumnya.

5 thoughts on “Punthuk Setumbu, Sisi Lain Borobudur (Magelang)

    • Sepertinya Ga bisa euy. Kawasan tersebut ada yang kelola. Puncak bukitnya pun terbata (tdk terlalu luas. Tersedia pondokan tuk pengunjung yg dibuat pengelola, yg hanya diperuntukan untuk menikmati pemandangan, bukan menginap. Biasanya, yg mau kesana ya, hrs nginep di penginapan sekitar sana, trus jalan ke punthuk setumbu hanya sekitar 20 menit berkendara dr candi borobudur (lbh tepat jalan jam 4 pagi). Bisa juga sewa ojek rp50-100 ribu. Trus lanjut, daki sekitar 20 menit ke puncak bukit. Jalan setapaknya jelas, jd ga perlu pemandu jg ga apa. Biaya masuk kawasan bukit Perorang Rp15 ribu, yang dibayarkan saat selesai dan plg (turun bukit), itupun sudah termasuk segelas kopi atau teh panas gratis, tuk mengusir dingin sambil menikmati keindahan sunrise. Semoga infonya cukup membantu..:)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s