Berburu Harta Karun di Triwindu (Solo)

             Berburu Harta Karun di Triwindu

_SOLO, Juni 2012

Yang Unik, Jadoel, Langka, semua ada di pasar Triwindu

Setelah puas menikmati Kota Lumpia Semarang, kami pun melanjutkan perjalanan menuju Solo, Jawa Tengah. Perberhentian pertama di pagi hari ini adalah Pasar Windujenar atau yang populer disebut Pasar Triwindu. Tak sabar rasanya kami ingin berburu aneka barang antik di pasar yang terletak di Jalan Diponegoro, Surakarta ini. Saat berkeliling pasar, tak sengaja kami pun bertemu dengan Benjamin, 22 tahun, turis asal Swiss yang asik  menyelusuri pasar bersama keluarganya.

Benjamin memamerkan keris antik yang baru dibelinya

“Pasar ini sangat bagus. Banyak barang-barang unik dan menarik. Saya pun mendapatkan keris cantik ini khas Indonesia ini untuk dibawa pulang. Sangat senang,” ujar Benjamin sambil memperlihatkan Keris dengan sarung kayu berwarna merah marun dengan ukiran motif berwarna emas.

Tak mau kalah dengan Benjamin, kami pun bersemangat berkeliling berburu barang antik yang bertebaran di pasar ini. Dan benar saja, pasar yang terletak tidak jauh dari Keraton Mangkunegaran ini memang menjadi surganya para pemburu barang antik.

Aneka keris

Disini anda akan menemui beragam barang-barang seni yang unik, mulai dari topeng dengan beragam bentuk, warna, dan ukiran yang dibandrol Rp85 ribu-Rp100 ribu. Tak ketinggalan, Wayang kulit, patung-patung. Lukisan dan foto-foto tua, kamera-kamera jadul buatan jepang, telepon, priring-piring tua buatan china, koin-koin kuno, gelas-gelas giok, jam tua, lampu gantung antik, dan masih banyak lagi. Kami pun terus menelusuri satu-persatu kiosnya, hingga bagian terdalam Pasar unik ini.

Ngubeg2 Pasar

Senangnya bertemu aneka Kamera Jadoell ini ^_^

Kamera Jadoel buatan Jepang

Dengan kocek Rp20 ribu, kaset-kaset lama dari penyanyi kesayangan anda yang jarang ditemui bisa anda beli disini. Tak ketinggalan, aksesoris, kalung dan gelang unik dan tua.

Pakubuwono X

Sementara, dipojok kios terlihat seorang ibu sedang memperbaiki cetakan batik dari tembaga bekas pakai untuk nantinya dijual kembali. Jangan salah, dengan sedikit perbaikan dan polesan, cetakan ini mampu disulap menjadi hiasan dinding bernilai seni tinggi dengan ukiran motif batik nan cantik. Pajangan ini dibandrol dengan harga Rp250 ribu hingga Rp1 juta.  Ya, sepintas beberapa barang memang terlihat usang, Tapi jangan salah, harganya bisa mahal. Keunikan, umur, bahan, dan kelangkaan, mempengaruhi harga barang antik disini. Bagai sedang berburu harta karun, dijamin anda akan dibuat penasaran dan betah berlama-lama disini.

_Info_

1. Anda harus pintar-pintar menawar barang disini. Anda pun harus pintar membedakan mana barang antik (berumur tua) dengan barang gaya antik yang sebenarnya buatan baru.

2. Sebaiknya, jangan bosan untuk berkeliling. Pergilah hingga ke pelosok pasar terdalam, karena barang-barang antik jauh lebih unik  biasanya ditemui di pelosok-pelosok.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s