Wara-wiri Tomohon

September 2012

Bukit Doa Mahawu

gereja di Bukit Doa Mahawu

Dataran Tinggi Tomohon, Sulawesi Utara, memang menyimpan beragam pesona wisata yang unik dan sayang untuk dilewatkan. Letaknya yang hanya 20 menit berkendara dari Pusat Kota Manado, membuat Kota Tomohon mudah untuk dijangkau. Kota yang nyaman dengan udaranya yang sejuk membuat anda betah disini. Jika anda berkunjung kesini, coba rapatkanlah kendaraan anda sejenak menuju Bukit Doa Mahawu. Di kawasan wisata doa seluas 58 hektar di lereng Gunung Mahawu ini, anda bisa menelusuri Jalan Salib yang dibangun sepanjang 800 meter dari bawah menuju atas bukit.

Terowongan Salib

Di Jalan Salib ini, anda bisa berjalan santai sambil mendalami moment Persidangan, Penyaliban, hingga penguburan Yesus yang dikemas dalam patung-patung perunggu yang cantik dan dramatis. Nikmati pula ketenangan berdoa di Gereja berasitektur unik dan Goa Maria disini. Dari lokasi berhawa sejuk ini pun, anda bisa puas memandangi Gunung Lokon nan gagah yang letaknya berhadapan dengan Gunung Mahawu. Kawasan ini pun terbuka untuk umat beragama apapun lochh.   
 
Pagoda Ekayana

Pagoda Ekayana, Tertinggi di Sulawesi

Masih dari Tomohon, Pagoda Ekayana setinggi 35 meter berdiri megah di daerah Kaskasken Dua. 18 patung unik Penyebar agama Budha siap menyambut kedatangan anda. Kawasan seluas 2 hektar ini, memiliki bangunan, taman, kolam cantik, dengan ornamen dan arsitektur khas China bernuansa merah dan emas.

Kolam keberuntungan, buat permohonan, lempar koin kearah lonceng ditengah, kalo kena konon katanya akan terkabul lohh,,,:)

Wanaka The Vatsa

Nah, jangan lupa panjatkan doa anda di Kolam keberuntungan berhiaskan Patung kodok besar, sambil melemparkan koin ke lonceng di tengah kolam agar permohonan anda terkabul. Kecantikan wisata Pagoda Ekayana pun menjadi daya tarik tak hanya bagi umat Budha, tapi bagi umat agama lainnya.

Gunung Lokon, Tomohon

Bersantai di Danau Linow

Danau Linow nan cantik

 
Tak hanya wisata religi di Bukit Doa Mahawu dan Pagoda Ekayana, KOta Bunga ini juga menyimpan pesona alam yang menarik. 
 
Danau Linow menjadi destinasi wisata yang wajib anda kunjungi jika bertandang ke Kota ini. Danau ini terletak di desa Lahendong, sekitar 7 kilometer dari Pusat Kota Tomohon. Anda akan dibuat takjub dengan keindahan Danau seluas 34 hektar ini. Banyak yang menjulukinya sebagai ‘Kawah Putih’nya Manado, karena kandungan belerang yang terdapat di dalam danau ini, membuat Linow kerap berganti warna. Mulai dari Biru, hingga Hijau muda, nampak begitu cantik. 
 
Disini, terdapat kawasan 

Cafekoffie @ Danau Linow

Nah, bagi anda yang ingin nongkrong santai sambil menikmati pemandangan, bisa berkunjung ke Cafekoffi yang berdiri tepat dibibir Danau. Anda bisa berjalan menelusuri jalan setapak berkeliling danau atau duduk santai di bangku taman. Bau belerang disini pun tidak terlalu menyengat sehingga anda akan nyaman berkeliling. Anda juga bisa melihat ratusan burung belibis yang beraktifitas disekitar Danau. 

 
Kali ini, Kami pun memilih untuk bersantai di balkon Cafekóffie. Balkon didesain menarik dengan bangku dan kursi kayu minimalis, lantai kayu dan pagar bambu, dengan dihiasi beberapa pohon bunga cantik disekitarnya, akan membuat anda betah berlama-lama. Dengan membayar Rp25 ribu perorang digerbang, kami sudah mendapatkan secangkir kopi lokal gratis. Anda pun bisa menambahkan pisang goreng kepok dengan sambal roa atau Bangket gula yang manis sebagai cemilannya. Menyeruput secangkir kopi panas, sambil bersantai dan berbincang dengan keluarga dan kerabat, dihiasi pemandangan Danau Linow nan Indah, dijamin akan menjadi pengalaman berkunjung anda di Tomohon lebih menarik.
 
_INFO_
 
-Jam buka : 8 pagi-17.00 WIT
-Tiket masuk: Rp25 ribu/orang (gratis secangkir kopi)
 
Industri Rumah Woloan
 
Bagi yang penasaran dengan pembuatan rumah khas Minahasa atau populer dengan sebutan rumah woloan yang Tersohor, bisa membelokkan kendaraan menuju kawasan Woloan. Sepanjang jalan disini, berjejer Rumah-rumah panggung khas Minahasa yang unik. Beberapa menjadi display untuk jual beli, beberapa memang sedang dibuat untuk pesanan. Uniknya, semua rumah ini merupakan sistem bongkar pasang (knockdown), yang bisa di kemas dan dikirim ke daerah tujuan konsumen. Hampir keseluruhan bahan terbuat dari kayu berkualitas, desainnya pun membuat rumah woloan ini tahan digoyang gempa.
 

knockdown house woloan

Ya, berkunjung ke industri rumah Woloan menjadi destinasi wisata yang menarik. Anda bisa melihat langsung para pekerja lokal membuat rumah. Ditambah, melihat-lihat langsung ke dalam rumah-rumah Minahasa ini. tak-tanggung-tanggung, rumah ini berbandrol Rp75 juta hingga 1,5 miliar, tergantung ukuran dan desain. Rumah-rumah ini pun tak hanya dikirim ke berbagai wilayah di Nusantara, melainkan menjangkau hingga ke Amerika Serikat, Eropa, Timur Tengah. Dengan beragam inovasi desain yang lantas tidak mengesampingkan pakem Minahasa yang ada. 
 
Rumah woloan ini pun memiliki filosofi-filosofi yang kental, termasuk dua tangga menyamping di luar rumah yang dibuat dengan maksud agar segala energi jahat akan langsung keluar tanpa bersandar di rumah. Tangga pun dibuat sembilan tingkat untuk menguji kesanggupan materi calon pengantin pria saat meminang gadis Minahasa. Setiap hari senin, para pekerja libur, jadi sebaiknya jika ingin melihat proses kerja, datanglah dihari lainnya.
 
Berkeliling Pasar Ekstrem
 

Paniki aka Bats

Ingin pengalaman yang lebih ekstrem dan unik, cobalah memasuki Pasar Tomohon. Disini terdapat beragam satwa yang diperjualbelikan untuk disantap. Anda bisa melihat daging Paniki (kelelawar) yang kebanyakan diambil dari daerah Makasar, Sulawesi Selatan. Sebelum dijual, tubuh paniki dipotong beberapa bagian yakni badan dan sayap. Terlebih dahulu bulu-bulu di bagian badan paniki dihilangkan dengan cara dibakar. Badan paniki akan ditusuk dengan bambu kecil dari bagian mulut hingga bagian belakang untuk membantu pembakaran. Semua proses ini bisa anda lihat. Paniki dibandrol sekitar 35 ribu perkilo. 
 
Sementara, daging anjing (RW) dijual perekor dengan dipajang utuh (sebadan). Kebanyakan diambil dari Palu, Sulawesi Tengah. Anda juga bisa melihat RW yang masih hidup, yang biasanya akan dibeli langsung. Ada pula tikus pohon yang dijual perekor.Namun, sebelumnya bulu ihilangkan dengan cara dibakar. Tak ketinggalan, babi hutan, ular phyton, bahkan kucing.
 
Masyarakat Sulut memang memiliki budaya makan yang beragam. Kelelawar biasanya dimasak kuah kari. Sementara, tikus, daging babi atau anjing akan ditumis atau digoreng. Ular untuk pengobatan ada pula untuk santap biasa. Jika ingin melihat satwa yang lebih beragam dan banyak, sebaiknya datang saat jadwal pasar besar-besaran di hari selasa, Jumat dan Sabtu. Sebaiknya tidak membawa anak kecil karena kondisinya kurang nyaman dan banyak pemandangan ekstrem.Sesuai dengan julukannya sebagai Kota Bunga, disini anda juga bisa berbelanja beragam bunga-bunga cantik yang dijual para petani bunga di Tomohon. Anda bisa menemui beragam anggrek, gusmania, brumelia, dan bunga lainnya disini. Para pedagang bunga ini banyak terdapat di jalan raya Tomohon sekitar Kota.
 
Makam Imam Bonjol dan Danau Tondano
 
Perjalanan berkeliling Tomohon ini pun, kami tutup dengan mengunjungi Makam Tuanku Imam Bonjol yang berada di Desa Lotta, Pineleng, Jika anda berada daerah Pineleng, sekitar 7 kilometer dari Manado. Disini anda bisa sekaligus berziarah, dan berdoa di makam pahlawan Nasional ini. Bangunan makam didesain dengan atap khas Sumatera Barat, kampung halaman Imam Bonjol.

Makam Tuanku Imam Bonjol

Ya, di tahun 1854, Imam Bonjol diasingkan Belanda di desa ini,dan menghabiskan sisa hidupnya disini. Anda pun bisa melihat Batu kali besar di tepi sungai, tempat Imam Bonjol salat. Batu ini pun masih menyimpan jejak salat, seperti bekas jidat, lutut dan kaki.

Batu tempat Imam Bonjol Salat

Danau Tondano

Beautiful house at Tondano Lake

Jangan Lupa pula, singgah di Danau Tondano. Anda bisa menikmati beragam kuliner lezat di restauran-restauran yang menjamur di tepian Danau Terbesar di Sulawesi ini.  Atau mampir di objek wisata “Sumaru Endo. Disini anda bisa berenang dikolam air hangat, memancing di tepian Danau tondano, dan bersantai.

Anak-anak asik berenang di pinggir danau,,

Di Tondano juga ada Masjid Agung Al-Falah Kyai Mojoyang menjadi salah-satu saksi sejarah keberadaan umat muslim di Tanah Minahasa. Masjid di kampung Jawa,  Tondano ini sudah berdiri sejak tahun 1856. Bagai miniatur Masjid Demak, arsitektur khas Jawa kental terasa. Terdapat pula, makam Kyai Mojo tak jauh dari Masjid. Kyai Modjo merupakan Penasehat Agama sekaligus Panglima perang dari Pangeran Diponegoro pada Perang Jawa (1825-1830). Tahun, 1829,Kyai Modjo dan 63 orang pengikutnya diasingkan Belanda Minahasa Sulawesi Utara. Kyai Modjo menghabiskan sisa hidupnya disini. Sementara, para pengikutnya menikahi wanita asli Tondano dan keturunan mereka mendiami kampung yang saat ini dikenal dengan Kampung Jawa Tondano.
Patung Yesus Tertinggi Kedua Di Dunia
Tak banyak yang tahu, bahwa Kota Manado ternyata memiliki Patung Yesus Tertinggi di Asia, Eropa, Afrika, Australia dan Kedua di Dunia (2011) setelah Patung Yesus di Brazil. Monumen Yesus Memberkati ini memiliki tinggi 35 meter, dan menghadap langsung kearah Kota Manado. Patung Yesus yang berdiri diatas perbukitan di daerah Pineleng ini, seolah terbang dan mengadahkan kedua tangannya memberkati. Tersedia pula gardu pandang, untuk anda menikmati keindahan ikon Kota Manado ini dari kejauhan. Anda akan dibuat terpukau. Dan saat berkunjung ke kota ini, kami tak mau melewatkan moment untuk melihat patung ini secara langsung. ^_^

PATUNG YESUS MEMBERKATI

Sepanjang menampaki tangga menuju puncak patung, dihiasi kary pahat yang menceritakan moment penyaliban Yesus

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s