Menjelajah Minahasa Utara

September 2012

Pesona Pulau Kosong Lihaga

Lihaga Island

Banyak yang mengatakan pertarungan wisata Pulau Bunaken dan Pulau Lihaga semakin seru dan memanas. Kami pun penasaran dengan pesona pulau di perairan Likupang, Minahasa Utara, Sulawesi Utara ini. Usai, dua jam berkendara dari Kota Manado, kami pun sampai di Dermaga Serei yang menjadi lokasi alternatif Terdekat bagi mereka yang ingin menyebrang ke Lihaga. Jarak Dermaga serei ke Lihaga pun dekat, dengan ombak yang bersahabat hampir sepanjang waktu. Jadi tidak akan bermasalah, jikapun anda ingin pulang lebih malam. Tak sampai 15 menit menyebrang dengan kapal motor, kami pun sampai di pulau ini.

Tanjung Pasir

Tanpa basa-basi, kecantikan Lihaga begitu terpancar. Pasir putih nan halus menyambut kami di sepanjang bibir pantai. Terlihat, banyak pengunjung yang nampak asik bersantai dan bermain air di kawasan Tanjung pasir ini. Tak ketinggalan, gradasi air laut begitu indah, dengan permainan warna hijau muda, biru muda hingga biru tua. Airnya pun begitu jernih, hingga membuat terumbu karang dibawahnya jelas terlihat. Memancing siapa saja, untuk mengintip keindahan taman laut didalamnya.

Batu Goa Lihaga

Tanpa buang waktu, kami pun memutuskan untuk menikmati keindahan terumbu karang dengan ber-senorkling ria. Jika Taman laut Bunaken bertekstur tebing menjorok kedalam laut. Taman laut disini lebih landai. Terumbu karang masih terjaga dengan baik, terdapat beragam hewan dan ikan laut. Beragam ikan laut cantik bermain di terumbu karang, kami bahkan melihat belut listrik laut yang bersembunyi di terumbu karang.

Usai bersenorkling. kami pun memutuskan untuk berkeliling pulau seluas 7 hektar ini. Menikmati pantai halus di Tanjung Pasir, dilanjut menuju sisi pulau tempat karang besar berlubang alias Batu Goa yang unik, dan menuju pantai Lemon yang lebih private di sisi lain pulau ini.

Pantai Lemon

Sunset @ Lihaga Island

Anda juga bisa menikmati beragam sajian kuliner laut yang disajikan di warung makan Tanjung pasir. Atau ber-barbeque ria di pinggir pantai. Karena tak ada penginapan disini, maka jika anda ingin menginap bisa menyewa tenda disini.

Alunan musik Keroncong Mama

Dan akhirnya, sajian musik keroncong mama (instrumen tradisional mirip bass) dari para penduduk lokal ini pun menutup petualangan wisata kami di Lihaga.

-INFO-

– Menyebrang ke Lihaga : Dermaga serei (10-15 menit), Dermaga Likupang (30-45 menit).

– Ongkos menyebrang : Rp550 ribu (sewa kapal, kapasitas 70 orang). Jika ingin lebih murah bisa membayar bersama dengan penumpang lain. Cobalah menego harga agar lebih murah.

-Tiket Masuk Pulau: Rp20 ribu perorang.

– Sewa alat snorkling: Rp50 ribu.

– Sewa perahu kecil untuk snorkling: Rp100 ribu.

Mengintip Monyet Terkecil Di Dunia

Tarsius Spectrum at Tangkoko

MInahasa Utara ternyata tak hanya menyimpan pesona pulau cantik Lihaga. Pegunungan dan hutannya pun menawarkan sensasi berpetualangan yang menarik. Salah-satunya, Taman Nasional Tangkoko, yang terletak di Batu Putih, Bitung Utara. Disini, anda bisa menemui Tarsius, si Monyet Terkecil di Dunia. Lokasinya bisa anda tempuh 3 jam berkendara dari Manado.

Untuk mengintip Hewan bernama latin Tarsius Spectrum ini, hanya bisa dilakukan di pukul 5 sore. Yakni , saat tarsius hendak keluar sarang untuk mencari makan. Dan di pukul 5 pagi, saat pulang ke sarang. Ditemani, Kasman, 40 tahun,pemandu setempat, pukul 4 pagi kami mulai membelah kegelapan hutan. Namun, terlebih dahulu kami menggunakan kendaraan dulu untuk mencapai Pos di tengah hutan, barulah dilanjut dengan berjalan kaki memasuki hutan. Tak sampai 20 menit berjalan kaki, kami pun sampai di sebuah pohon beringin besar berusia lebih dari 100 tahun. Di pohon ini, jels Kasman, terdapat satu keluarga Tarsius dengan jumlah 10 ekor.

Beralaskan daun Woka yang lebar, kami pun duduk dengan tenang menunggu kedatangan Tarsius yang pulang berburu. Tak sampai 20 menit, kami pun mendengar suara lengkingan Tarsius dari kejauhan. Dengan tenang, kami mendekati pohon beringin. Benar saja, seekor Tarsius imut dengan matanya yang besar itu bertengger di batang pohon berhadapan dengan kami. Tak lama, beberapa ekor menyusul hingga akhirnya 6 ekor Tarsius dihadapan kami. Wow!

Menanti kumpulan Keluarga Tarsius pulang ke sarang

Genk Tarsius😀

Pemandu kami pun menyiapkan beberapa ekor Cicak untuk memancing tarsius mendekat. Cicak diikat ke sebuah dahan kecil, disamping pohon beringin, dan Tarsius pun meloncat dengan cepat mengambil cicak, dan langung loncat kembali ke batang beringin. Ia pun langsung melahap cicak yang disajikan. Pemandangan yang begitu seru.

Yeaa, finally i got their picture when jump,,,susah bener motretnya, doski loncatnya super cepatt,,,

“Saya sangat suka Tarsius. Melihat makhluk langka dan indah ini langsung di alam bebas, menjadi pengalaman yang tidak terlupakan,” ungkap Lisa, 21, Wisatawan asal belgia yang turut berkeliling bersama kami.

Om Bule juga nungguin Rangkong

Tak hanya Tarsius, anda juga bisa melihat sekumpulan monyet hitam Sulawesi (Macaca Nigra) alias Yaki yang mencari makan di hutan dan di Pantai Pareng tak jauh dari Hutan. Tak ketinggalan, Kuskus dan Burung Rangkong. Kami begitu beruntung bisa menemui makhluk-makhluk cantik ini di alam bebas.

Diserbu Sekumpulan Yaki,,, yg paling dpn Ketua Genk Pasir Batu coyy,,

Memanjat Beringin Lobang yang unik

Dan petualangan kami di Hutan tangkoko pun ditutup dengan mengunjungi Pohon Beringin Lobang yang unik. Pohon beringin berusia lebih dari 200 tahun ini memiliki bentuk unik, yakni memiliki lobang besar di bagian tengah tubuhnya hingga menjorok keatas. Begitu unik. Sungguh, Tangkoko memberikan pengalaman berwisata yang tidak terlupakan.

_INFO_

– bawalah senter, gunakan sepatu, kenakan celana dan kaos panjang.

– Selalu ikuti Pemandu.

– Biaya tur Tarsius : Rp85 ribu/orang.

_ Biaya tur lengkap (Tarsius, Kuskus, Rangkong,Yaki, Beringin Lobang): Rp200 ribu. Butuh waktu 4-5 jam berkeliling.

Waruga, Peti Kubur Megalitik

Waruga berusia ribuan tahun, makam nenek moyang suku Minahasa

Perjalanan kami menelusuri Minahasa Utara pun ditutup dengan mengunjungi Taman Makam Purbakala Waruga di Desa Sawangan. Disini, Terdapat 144 peti kubur atau ‘Dotu'(klan) yang terbuat dari batu gunung. Kebanyakan merupakan warisan dari nenek moyang suku Minahasa di zaman megalitikum, yang berusia lebih dari 2000 tahun. waruga berasal dari bahasa Tombulu, Wale Maruga yang berarti rumah dari badan yang akan kering.

Peti batu berbentuk kotak dengan tutup batu berbentuk limas. Penutupnya pun memiliki beragam pahatan, mulai dari bentuk orang yang menunjukkan bahwa jenazah merupakan pemimpin di masa hidup, bentuk anjing perlambang pemburu, dan lainnya.

Terdapat pula relief dinding yang menggambarkan proses pembuatan peti kubur ini. Dulu, peti kubur ini ditaruh di rumah masing-masing keluarga. Kemudian, akhirnya dikumpulkan semua disini. Konon, orang zaman dulu membawa peti ini dengan cara , menggendong bagian badan di punggung dan tutup peti diatas kepala. Tentu dengan kekuatan magic lochh. Peti batu ini dipahat oleh kepala keluarga. Peti ini bisa berisi 5-7 jenazah keluarga didalamnya. Jenazah ditaruh dengan cara unik yakni, diposisikan jongkok layaknya bayi baru lahir,dan dibawahnya diberi piring keramik. Sementara, barang-barang kesayangan juga menemani didalamnya. Bagian sekitar tutup diberi sarang burung walet untuk menghilangkan bau.

Namun, tradisi Minahasa ini pun diberhentikan karena menyebabkan wabah kolera disentri. Kini, keseluruhan jenazah dipindahkan dari peti dan dikubur. Anda juga bisa melihat Museum Waruga yang terletak tak jauh dari Taman Makam. Disini, anda bisa melihat beberapa koleksi barang kesayangan jenazah, seperti gelang dan kalung dari batu, botol, dan parang atau pisau dari batu. Masuk kawasan inbi bebas, dan hanya dipungut sumbangan sukarela.

4 thoughts on “Menjelajah Minahasa Utara

  1. mbak, ada contact person sewa kapal ke pulau Lihaga? saya butuh banget karena bln juli 2014 nanti saya sekeluarga mau ke sana. dan apa betul di pulau Lihaga ada sewa snorkel.
    terima kasih mbak.

    • halooo…waduh aku sudah kehilangan kontaknya, krn hp yang rusak. tapih, di dermaga serei, banyak penduduk lokal yang standby tuk menyewakan kapalnya. kapasitasnya juga cukup besar, bisa sekitar 15an. atau mungkin ada yang lebih. tuk snorkeling,di pulaunya banyak yang menyewakan alatnya sekaligus jaket dan sepatu, jadi bisa langsung sewa disana. semoga sedikit info ini bisa membantu…selamat berlibur!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s