Bunaken Dolphins

Bunaken Dolphins. Selamat pagi Bunaken, waktunya mengejar Lumba-lumba di Mantehage dan Naing ^_^

September 2012

Sulawesi Utara tidak bisa terlepas dari Pulau Bunaken. Ya, Kawasan Taman Laut ini memang menjadi destinasi wajib bagi mereka para petualang dan pecinta wisata laut. Tanpa basa-basi kami pun segera merapat ke Pulau Indah di perairan Kota Manado ini.

Dengan menaiki kapal penumpang dari pasar bersehati kami pun berangkat dari pelabuhan pasar bersehati. Selama perjalanan, anda disuguhkan pemandangan laut nan indah, panorama pegunungan, dan keindahan Pulau Manado tua dari kejauhan. Tak, sampai 45 menit, kapal kami berlabuh di pantai Pulau Bunaken. Jernihnya laut, coral-coral nan elok sudah memancing kami yang tak sabar untuk menyelam. Tapi, karena sudah sore kami pun memutuskan mengeksplorasi keindahan laut Bunaken Esok Pagi. Kami mencoba menikmati satu hari singkat kami di Bunaken, mulai dari Mengejar Lumba-lumba di pagi hari, snorkling, menyelam (dive) di siang hari, dan diakhiri mengintip kepiting kelapa di malam hari.

Mengejar Si Lumba-lumba (07.00 WIT)

Dengan penuh semangat, kami pun memulai petualangan sehari kami di Bunaken. Pagi ini, langit Bunaken begitu cerah, seolah merestui misi kami yang ingin mengintip si pintar Lumba-lumba (Dolphin Tour) di perairan Bunaken ini. Tepat pukul, 7 pagi, kami berangkat menuju perairan Mantehage dan Naing. Tak sampai 20 menit kami tiba di perairan ini. Terlihat, beberapa perahu nelayan sudah mendahului kami, mereka terlihat sedang asik memancing tuna. Tentu saja, ini menjadi petunjuk utama kami untuk bertemu dengan Lumba-lumba. Ya, sepertinya dewi fortuna berpihak pada kami. Hanya beberapa menit berselang, kumpulan lumba-lumba menarik perhatian kami dari kejauhan. Ya, mereka sedang berburu ikan tuna untuk santap pagi mereka.

Ratno, “The Dolphins Hunter”, mencari keberadaan Lumba-lumba dari kejauhan,,

“Wah, kalian sedang beruntung. Lumba-lumba sedang berkumpul. Terkadang butuh, seharian untuk mengitari pulau-pulau mencari lumba-lumba ini,” Seru Ratno, pemandu lokal yang menemani kami.

Mulai terlihat dari kejauhan🙂

Tanpa basa-basi, kapal kami pun menghampiri mereka dan mengamadikan moment spesial ini dengan kamera kami. Jika, anda biasa melihat lumba-lumba loncat di taman bermain air, bersama pelatih mereka. Di laut lepas ini, anda bisa melihat dengan leluasa mereka berenang, dan loncat dengan bebasnya. Sesekali mereka muncul untuk mengambil udara. Tak ketinggalan, berenang di bawah kapal. Jika beruntung mereka akan mendekati kapal sehingga begitu dekat dengan anda. Tapi, tentu saja kapal tidak bisa berhenti dan harus terus mengejar kumpulan Lumba-lumba yang gesit berpindah tempat dan menjadi keseruan tersendiri.

Pada awalnya, ratusan lumba-lumba ini masih berpencar-pencar. Dan kami harus mengejarnya dengan lihai. Butuh kejelian untuk melihat pergerakan mereka, maklum makhluk pintar ini sering hilang timbul. Kami pun menyerahkan tugas ke Ratno yang memang sudah berpengalaman dalam hal ini. Dengan cekatan, Ratno menunjukkan arah pergerakan Lumba-lumba.

Jumlah mereka ratusan dan kita harus terus mengejar mereka. Terkadang mereka bermain begitu dekat dnegan kapal..seruuu🙂

Jump n jump,,

Melihat makhluk indah dan pintar ini di lautan lepas, tak ketinggalan pemandangan pulau Manado Tua, dan pulau-pulau cantik di sekelilingnya, menjadikan pengalaman seru yang tidak terlupakan.

Beautiful Dolphins ^_^

Tak ketinggalan, anda pun bisa ikut sejenak menyaksikan kapal nelayan yang memancing ikan cakalang (tongkol). Anda bisa melihat bambu-bambu panjang berderet dilayangkan para pemancing. Sementara, ikan cakalang (tongkol) satu persatu terpancing ke atas kapal.

Kapal ‘Funae’, saatnya para pemancing Cakalang Beraksi

Sorak-sorai sesekali terdengar oleh para nelayan, terutama saat mereka mendapatkan tangkapan besar atau banyak dalam waktu yang berdekatan. Anda pun bisa melihat puluhan burung camar yang ikut berburu cakalang. Para Turis pun bisa menaiki kapal funae dan ikut berburu cakalang sejak malam dan belajar memancing. maksimal dua orang setiap kapal, dan Tidak dipungut biaya, paling hanya memberikan ongkos sukarela. Tiga jam sudah, kami mengejar lumba-lumba cantik dan melihat serunya para pemancing Bunaken. Kami pun memutuskan untuk melanjutkan petualangan kami yang lain. Sungguh pengalaman Pagi yang menyenangkan.

_INFO_

-Jika ingin tour dolphin, sebaiknya bersama dengan pemandu lokal yang sudah mengerti lokasi mencari lumba-lumba.
-Sebaiknya jalan saat pagi hari jam 7 pagi, karena lumba-lumba ini hanya biasa terlihat di pagi hari. Sementara, menginjak siang mereka biasa mulai menghilang.
-Biaya dolphin Tour Rp600 ribu/ perorang (Termasuk : Dolphin Tour, sewa kapal, pemandu, snorkling dan menikmati Sunset)

Menikmati Keindahan Taman laut (10.00 WIT)
 

Manado Tua

Nah, tidak afdol rasanya berkunjung ke Bunaken tanpa menikmati keindahan Taman Lautnya. Nah, sebelum menginjak waktu makan siang. Sebaiknya habiskan waktu untuk ber-snorkling di sekitaran pesisir Pulau Bunaken. Anda tinggal berjalan kaki menuju pantai, karena beberapa titik di pesisir pulau ini masih memiliki terumbu karang dan ikan laut yang bagus untuk dinikmati. Namun, jika ingin lebih puas, anda bisa menyewa perahu dan pergi menuju beberapa titik snorkling favorit di perairan disini, seperti perairan bunaken timur 1 dan timur 2 tak jauh dari Pulau Bunaken. Hamparan Coral meja, fire coral, dan terumbu karang lainnya siap menyambut anda. yang Terumbu karang yang kaya, indah dengan beragam bentuk dan warna mampu membuat anda takjub. Tak ketinggalan, beberapa ikan laut cantik yang menghiasinya. 
 
_INFO_
 
– Biaya snorkling Rp500 ribu (4 org), berkeliling pulau Bunaken.
– Jangan sembarangan menyentuh, merusak, dan menginjak terumbu karang.
– Snorkling sebaiknya dilakukan di Pagi hari-siang agar terumbu karang terlihat jelas
Menyapa Si Rambo (14.00 WIT)
 
Usai makan siang,kami semakin penasaran untuk mengunjungi perairan Likuan Satu yang banyak disebut pelancong sebagai “The City of turtle”. Ya, tak sabar rasanya untuk bertegur sapa dengan kumpulan Penyu Hijau (chelonia mydas) atau yang akrab disapa dengan sebutan “Rambo” oleh penduduk lokal disini, karena kegagahannya. 
 
Hanya memakan waktu 15 menit, kami tiba di perairan likuan satu. Didampingi Dive master setempat, kami pun berkeliling menikmati Taman laut Bunaken nan indah. Taman laut Bunaken memiliki ciri khas berbentuk tebing terumbu karang yang menjorok ke laut dalam. Beberapa saat mengelilingi tebing, kami melihat Penyu Hijau besar nampak sedang asik tidur di terumbu karang. 
 

My First Dive… ^_^

My First Dive. Antusias, deg2an, penasaran, seneng, semua jadi satu. Senangnya bisa bertegur sapa bareng Penyu Hijau, Dugong, ikan2 cantik. sampai Hiu lohh,,^_^
Penyu laut itu nampak malu-malu dan langsung ‘melayang’ ke laut lepas ketika ‘disapa’. Jika beruntung, penyu laut yang ramah ini akan membiarkan anda untuk bisa mengelus cangkangnya yang kokoh. Pantas saja disebut Kota penyu, karena setiap kami berkelilinga selalu menemui Penyu-penyu laut yang selalu ditemani ikan ramona tersebut. Bahkan kami sempat menemui penyu laut besar berdiameter cangkang sekitar 80-90 cm. Melihat, kehidupan penyu hijau ini di laut lepas menjadi pengalaman yang tak terlupakan. Tak ketinggalan, kami pun menemui Beberapa hewan laut lainnya seperti ikan Dugong, ikan napoleon, barakuda, ikan laut aneka warna cantik, bahkan Hiu Blacktip selintas melewati kami yang sedang menyelam. Jika beruntung,anda bisa menemui ikan Mola-mola yang langka. 
 

With Dive Master Ratno n Ferdinand

Nah, bagi para pemula atau yang belum pernah menyelam, bisa mengikuti Introduction Dive (pengenalan). Anda akan dilatih singkat mengenai basik menyelam, mulai dari penggunaan selang oksigen, menghadapi tekanan air, penggunaan masker saat didalam air, dan lainnya. 
 
“Kuncinya ikuti instruktur, santai dan tidak panik. Ada banyak titik dive yang bisa anda nikmati disini, dan anda tidak akan pernah bosan dibuatnya,” ungkap ferdinand, 48 tahun, instruktur dive kami yang berdarah Belanda ini.
 
Tak perlu takut, karena Dive Master siap untuk mendampingi anda selalu. Biasanya, untuk pemula hanya maksimal pada kedalaman 8-10 meter. Terdapat 16 titik Dive di perairan bunaken ini. Diantaranya, periran Saçiko, manado Tua, cela-cela, alban, fukui, rons, mandolin, tengah, raimon, likuan 2, likuan 3, Bunaken timur 1 dan 2, dan perairan muka kampung. Diving bisa dilakukan pagi,siang,sore hingga malam. Jika beruntung, anda bisa menemui ikan Mola-mola yang langka, dan beberapa jenis hiu. 
 
_INFO_
 
-Jika masih pemula, ikutin petunjuk instruktur dan dive master. jangan panik dan santai saat diving. jangan menyentuh atau merusak karang. jangan menangkap ikan atau menyakiti. bawa perbekalan (cemilan).
 
– Biaya Introducing Dive : Rp600 ribu (termasuk sewa kapal, pelatihan singkat oleh Instruktur/Dive Master,2 kali penyelaman.)
 
– Biaya Dive (sudah berlisensi) : Rp300 ribu/ orang/sekali penyelaman. (sewa kapal,dan alat-alat)
 
– Night dive : Rp800 ribu untuk 4 orng.
 
****sory ga ada foto underwater, tidak bawa kameranya,,hiks😦
Kecantikan Sunset Bunaken  (17.45 WIT)

Bunaken Sunset

Usai lelah menyelam, kami memutuskan untuk beristirakat sejenak diatas kapal. Jam menunjukkan jelang pukul 17.45 waktu setempat, waktu yang tepat untuk menikmati matahari tenggelam (Sunset) khas laut Bunaken. Kami menghadapkan kapal mengarah ke Pulau Manado Tua. Laut begitu Tenang, angin bertiup sejuk. 
 

Pose duluu,,,^_^

Tak lama, gradasi warna langit Bunaken pun mulai bermain. Mulai dari orange, biru, abu-abu, kuning, terpadu cantik. Semakin sore, warna orange keemasan mulai mendominasi. Terlihat, dari kejauhan Matahari Orange mulai turun secara perlahan tepat disamping Gunung Manado tua. Sungguh, lukisan Sang Maha Pencipta yang begitu indah. Anda pun bisa menikmati pantai putih yang halus, berjemur atau besantai di Pantai Liang tak jauh dari Pulau bunaken.

Ferdinand “The Titanic Man”

 

Mengintip Katang Kenari Yang langka (20.00 WIT)
 
Petualangan sehari kami di Bunaken pun belum berakhir. Matahari menghilang, berganti Bulan mengisis kegelapan di Pulau Bunaken. Waktu yang tepat bagi kami untuk mengintip kehidupan si katang kenari (sebutan lokal), atau kepiting kelapa (Coconut crab). ya, kepiting langka dan dilindungi ini bisa and temui di Pulau Bunaken di malam hari. Sayangnya, tidak banyak wisatawan yang tahu soal katang kenari ini. Kebanyakan justru, turis asing yang ingin menemui hewan bercapit kuat ini. Sebelum menjadi hewan yang dilindungi, Katang kenari ini dulu sering diburu, karena harganya yang mahal, langka dan rasanya yang lezat. 
 
Tak ingin melewatkan pengalaman unik yang satu ini, pukul 8 malam kami berjalan menelusuri tepian pantai bunaken menuju pantai batu Pihangka di sisi timur pulau. Kami ditemani, Amang, 40 tahun, pemandu lokal disini. Amang biasa mengantarkan turis-turis Eropa dan jepang untuk tur ini. 
 
Uniknya, sebelum menemui katang kenari, Amang harus mencari 6 buah kelapa yang masing-masing telah dibelah dua, untuk memancing katang kenari keluat dari bebatuan. Sejak pukul 2 siang, Amang sudah membawa Buah kelapa-kelapa ini dan menaruhnya di atas bebatuan karang hitam di pinggir pantai. Kemudia, di malam hari tinggal kita mengecek kelapa-kelapa tersebut. Usai 30 menit menelusuri pantai, kami tiba di pantai batu Pihangka. Satupersatu kami cek kelapa yang ditaruh, ternyata seekor katang kenari sedang asik memakan kelapa.

Katang Kenari aka Coconut Crab

Amang yang telah berpengalaman pun dengan gesit menangkap dan memperlihatkan pada kami. Jangan sembarangan menyentuh karena capitnya begitu tajam hingga bisa memutuskan jari. Kepiting Jumbo pemanjat pohon kelapa ini begitu cantik, warna cangkangnya berwarna abu-abu dengan sedikit warna kebiruan terang dibagian perut. Umurnya bisa mencapai 30 tahun dan paling banyak di sisi utara Pulau Bunaken. Meski, hanya bisa menemui satu katang kenari malam ini, tapi kami bersyukur bisa melihat hewan langka nan unik ini. Jangan lupa sesudah melihat, kembalikan katang kenari ke habitatnya semula. Dan jangan membawa pulang, karena hewan ini dilindungi. Menyaksikan katang kenari nan unik ini, akhirnya menjadi penutup yang lengkap petualangan sehari kami di Bunaken.
 
_INFO_
 
– Biaya tur Katang kenari (coconut crab): Rp100 ribu/orang (pemandu, dan persiapan kelapa pemancing)
 
Party @ Bunaken
Beruntung kami menemukan penginapan dengan tuan rumah yang menyenangkan dan ramah. Tak ketinggalan, tamu-tamu dan orang-orang lokal yang seru. Bergadang sambil gitaran pun tak terhindarkan,,,:p

Farewell Party

kapal tempur khas Bunaken ;p

yeaa,,,api unggun pinggir pantai ^_^

_______________________________________________________________
 
-INFO&TIPS-
– Jadwal penyebrangan kapal ke Bunaken di Pelabuhan Pasar Bersihati. Berangkat pukul 14.00 wit (Manado-Bunaken) dan Pulang 10.00 wit (Bunaken-Manado). Harga : Rp25 ribu perorang/sekali jalan. Perhari Jadwal hanya sekali jalan.
 
-Rombongan besar bisa sewa kapal di Pelabuhan Marina. Berangkat bisa kapan saja dan bisa pulang pergi. Rp1 juta (kapal kapasitas 10 orang). Jadi meski anda dan rekan anda kurang dari 10 orang, biaya tetap dikenakan persewa kapal.Tersedia pula, kapal untuk 15 dan 25 orang (harga bervariasi). 
 
-Sebaiknya, cari info penginapan sebelum berangkat ke Bunaken. Tersedia 15 penginapan yang rata-rata di pinggir pantai. Rata-rata seharga Rp200 ribu-Rp1,5 juta per malam.

Ini dia penginapan kami,,pemiliknya ramah n menyenangkan lohhh,,

 
-Jika ingin Snorkling dan Diving, sebaikya mencari penginapan yang juga memiliki fasilitas tersebut berserta Instruktur divingnya untuk memudahkan.

Sehari Di Bunaken

One thought on “Sehari Di Bunaken

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s